Silaturahmi Kepala Madin Kabupaten Malang, Bupati: Pendidikan Formal Harus Diimbangi Ilmu Agama

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi MM, Sabtu (15/2) pagi membuka sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Silaturrahmi Kepala Madrasah Diniyah (Madin) Se-Kabupaten Malang dan Seminar Manajemen Pengelolaan Madin yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) PG Krebet Baru, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini digagas oleh Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC – FKDT) Kabupaten Malang. 921 Bupati Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran madrasah diniyah begitu penting di tengah dominasi pendidikan formal saat ini.

“ Selama ini, bidang pendidikan memang cenderung dititikberatkan pada pendidikan formal. Tetapi, sebagai insan pendidikan informal, khususnya yang menyangkut bidang keagamaan, kita tidak boleh menganggap remeh peran tersebut,” kata Bupati Malang.

Dihadapan 921 peserta perwakilan madin se – Kabupaten Malang, Pak Sanusi mengatakan, pendidikan formal tanpa diimbangi ilmu agama yang benar, akan menjadikan tidak berarti apa-apa.

” “Sehebat apa pun kemajuan yang diraih dari pendidikan formal, akan timpang atau berjalan tidak seimbang, manakala tidak diimbangi dengan bekal keilmuan agama yang baik,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap melalui pelaksanaan silaturahmi sekaligus seminar manajemen Pengelolaan Madin ini, dapat menjadi media bagi para Kepala Madin untuk membuka wawasan baru, sekaligus memperkuat pola pengelolaan yang sudah berjalan baik selama ini.

” melalui kegiatan ini, kita belajar bersama-sama, saling berbagi pengalaman dan ide, untuk membuat Madrasah Diniyah semakin diminati oleh generasi muda, yang dapat menjadi pintu gerbang terbentuknya generasi penerus unggulan, baik dari sisi pendidikan formal, ilmu keagamaan dan akhlaknya, ” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FKDT Kabupaten Malang, KH Nasrul Marwazi, menyampaikan pihaknya mengapresiasi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Malang yang tahun ini menggelontorkan dana hibah untuk madin. “Alhamdulillah, ada anggaran Rp 3,3 miliar untuk madin. Ini adalah hasil dari perjuangan kita. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah. Mudah-mudahan kolaborasi pemerintah daerah dan DPRD terus bisa bersinergi mewujudkan Kabupaten Malang yang lebih islami,” ungkapnya. 

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Leave a Reply