Soal Bacalon N2, Anton Lawan Rekomendasi Kiai?

 

PolitikaMalang – Rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang menyebut nama Samsul Mahmud sebagai kandidat Bakal Calon Wali Kota Malang, pendamping petahana H. Moch Anton cukup mengagetkan banyak kalangan termasuk para kiai di lingkungan Nahdatul Ulama (NU).

Menurut sumber Politika Malang dari kalangan PC NU Kota Malang yang enggan disebut identitasnya, nama Samsul Mahmud tidak masuk dalam daftar tokoh yang mendapat ‘restu’ dari kiai untuk menjadi pendamping Anton di Pilkada.

Sumber tersebut menjelaskan, jika para kiai telah melakukan musyawarah bersama untuk memberikan saran akan nama pendamping petahana untuk maju di Pilkada Malang 2018. Salah satu pertimbangan kiai dalam merekomendasi sosok pendamping Anton, lanjut sumber itu, tak lain adalah upaya untuk membawa Kota Malang lebih baik di masa mendatang.

“Hasil musyawarah para kiai sudah memilih satu sosok politisi dan sudah dikenal masyarakat, untuk mendampingi Abah Anton, saya tidak sebut namanya,” ujar sumber itu saat berbincang dengan Politika Malang pada Rabu (13/12).

Dijelaskan pula, para kiai juga heran dengan keputusan Anton yang memilih bakal calon pendamping tidak berdasarkan rekomendasi dari para kiai di lingkuntan Nahdiyin. “Kiai pada heran dan ada yang kecewa dengan sikap politik Abah Anton,” ujarnya.

Jika menarik kebelakang, dalam berbagai kesempatan Anton kerap menjelaskan jika nanti pasangannya dalam Pilkada sesuai dengan izin dan restu para kiai. Hal itu juga yang kabarnya menjadi salah satu kendala menuju koalisi ‘Bangjo’. Anton juga sempat dengan gamblang mengemukakan jika rekomendasi kiai menjadi tolok ukur dalam memilih pasangannya di Pilkada Malang tahun depan.

Menanggapi kabar itu, Ketua LPP DPC PKB Kota Malang, Arif Wahyudi, mengatakan jika ‘restu’ kiai sangat berpengaruh terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh partai.

Baca Juga :   Collage With Boulevard To help Blindness Cure

“Kyai NU gak merekomendasi, sifatnya memberi saran, selama ini, hal itu yang terjadi ketika kami komunikasi dengan para kyai NU. Namun, biasanya jika tidak disarankan kiai pasti DPP gak akan memberi rekom. Kalaupun nantinya DPP PKB memberi rekom itu pasti atas persetujuan kiai/NU,” kata Arif Wahyudi.

Mantan Anggota DPRD Kota Malang ini juga menegaskan jika rekomendasi Partai Nasdem soal nama Samsul Mahmud belum tentu linier dengan rekomendasi dari PKB. “Belum tentu linier, toh Pak Samsul juga belum daftar ke PKB untuk jadi Bacalon N2 Abah Anton,” tandasnya.

Ungkapan Arif Wahyudi senada dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, M. Fadli yang menegaskan jika surat yang turun merupakan rekomendasi bukan surat keputusan (SK) yang bisa dijadikan alat untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPU.

“Intinya Nasdem mendukung Abah Anton. Soal Bacalon Wakil Wali Kota Malang masih bisa berubah tergantung konstelasi politik yang berkembang. Soal wakil kami serahkan ke Abah Anton meskipun dalam surat sudah disebut nama Samsul Mahmud tapi bisa saja itu berubah,” kata Fadli.

Kenalkan Nanda, Sinyal GP Ansor Tolak Anton?

PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Malang juga mengambil langkah mengejutkan. Sosok Ya’qud Ananda Gudban, mulai dikenalkan pada struktural organisasi sayap dari NU tersebut. Hal itu diketahui, manakala politisi cantik yang akrab disapa Nanda itu didaulat menjadi sahabat istimewa organisasi disertai sematan jaket kebesaran Banser pada saat acara dialog di Aula Ponpes Al Hikam.

Ketua PC GP Ansor Kota Malang, Junaedi Amin, menegaskan jika visi dan misi Nanda Gudban, selaras dengan apa yang diperjuangkan Ansor dalam membangun Kota Malang dan menjaga keutuhan NKRI secara umum.

Baca Juga :   Collage With Boulevard To help Blindness Cure

Junaedi mengatakan, jika selama ini Ansor tidak menutup diri bersinergi dengan para tokoh yang akan menjadi calon wali kota dan wakil wali kota di ajang Pilkada Malang 2018 mendatang termasuk dengan sosok Nanda Gudban.

“Ansor menyerahkan sepenuhnya kepada NU tentang siapa nama yang disarankan,” kata Junaedi.

Sementara Nanda Gudban menilai, jika undangan dari GP Ansor untuk gelaran diskusi di hadapan ratusan kader dan simpatisan adalah bentuk apresiasi organisasi itu atas visi dan misi yang tertuang dalam slogan “Ayo Noto Malang”.

“Ini adalah upaya kita bersama bagaimana menciptakan Kota Malang menjadi lebih baik mendatang,” kata Nanda.

Ditanya soal rekom Partai Nasdem ke Anton – Samsul Mahmud, wanita yang baru saja meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya itu menanggapi dengan dingin. Menurutnya setiap partai memiliki proses dan pertimbangannya sendiri dalam mengusung tokoh sebagai bakal calon.

“Semua berproses kita ikuti prosesnya. Kami tetap komunikasi dengan Nasdem tentang bagaimana menata Kota Malang ini lebih baik kedepan,” ujar Nanda.

Leave a Reply