Survei LSI: 81,4 Persen Warga Tak Memilih Calon yang Berpoligami

PolitikaMalang – Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan rilis terbaru terkait pasangan calon yang memiliki istri lebih satu atau berpoligami, ternyata paling tak diinginkan oleh pemilih.

Hasil survei yang dilakukan di Jawa Barat tersebut menunjukan bahwa 81,4 persen responden tak akan memilih calon yang diketahui beristri banyak.

Toto Izul Fatah selaku Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan bahwa isu poligami memiliki pengaruh terbesar terhadap pilihan masyarakat dalam memilih calon pemimpin.

“Di luar dugaan isu calon poligami itu paling tinggi resistensinya” ungkapnya.

Sementara itu, sama seperti di Jawa Barat, Kota Malang saat ini juga sedang berlangsung pilkada untuk menentukan walikota dan wakil walikota periode 2018 – 2023 mendatang.

Pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Malang, Wahyudi, mengungkapkan bahwa resistensi terhadap calon yang berpoligami yang terjadi di Jawa Barat sebenarnya sama dengan daerah lain di Indonesia termasuk di Kota Malang karena ada kesamaan karakteristik pemilih secara umum.

“Pasti ada pengaruh, jika masyarakat mengetahui bahwa para pihak yang berpoligami lebih banyak dipengaruhi oleh motif nafsu belaka, pasti rakyat akan memprotes,” kata Wahyudi

Salah satu pengaruh terbesar selanjutnya kemungkinan dapat dilihat dari jumlah pemilih perempuan yang secara prosentase lebih besar dari pemilih laki – laki. Menurutnya, secara umum wanita tidak ada yang ikhlas dimadu.

“Iya, karena perempuan pasti memiliki solidaritas pada kaumnya. Mereka pasti ingin ada gerakan emansipasi wanita,” tambahnya.

Sementara itu pengamat politik Universitas Brawijaya Malang, Wawan Sobari saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa isu poligami bisa jadi salah satu faktor yang sangat krusial terkait kepercayaan masyarakat dalam memilih.

“Bisa saja, karena isu poligami bisa jadi bahan kampanye negatif,” kata Wawan.

Baca Juga :   REICH Attached Articles

Pria yang juga dosen ilmu politik tersebut mengungkapkan bahwa masalah poligami tentunya akan menjadi perhatian khususnya bagi kaum perempuan. Soal seberapa besar pengaruh isu poligami terhadap resistensi masyarakat, ia sampaikan perlu ada survey yang mendalam.

“Harus ada survei dulu, tapi kebanyakan perempuan sama logikanya yaitu menolak suaminya poligami,” tegasnya.

Pada edisi berikutnya Politika Malang akan mencoba memotret profil dan kedekatan para Paslon peserta Pilkada Kota Malang dengan keluarganya. Hal ini penting agar masyarakat Kota Malang semakin mengenal calon yang akan dipilih pada 27 Juni 2018 nanti.

Leave a Reply