Sutiaji Menikah Jelang Pencoblosan, Ini Kata Pengamat Politik

PolitikaMalang – Bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada pukul 10.00 WIB (23/6) telah dilaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Walikota Malang dari Pejabat Sementara (Pjs) Wahid Wahyudi kepada Wakil Walikota Malang Sutiaji.

Sutiaji sebagai Wakil Walikota Malang yang telah habis masa cutinya akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Malang karena Walikota Malang M. Anton sedang tidak bisa menjalankan tugas karena sedang menjalani proses hukum dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun ada yang istimewa dari sertijab ini karena Sutiaji tampak didampingi sang istri yang baru dinikahi secara resmi kemarin Jum’at (22/6). Hal ini berbeda dari kebiasaan sebelumnya yaitu Sutiaji tidak pernah tampak membawa istrinya dalam setiap acara dinas. Dalam keterangan yamg ia sampaikan, ia menjelaskan bahwa memang telah resmi bercerai dengan istri lamanya, Endang dan mempersunting seorang istri baru bernama Widayati, yang belakangan diketahui sebagai salah satu ASN di Pemkot Malang.

Pernikahan Sutiaji yang kebetulan bertepatan dengan menjelang pelantikan jadi Plt Walikota sontak memunculkan beragam spekulasi di masyarakat dan menjadi perbincangan hangat, termasuk di sosial media.

Sementara itu, berkaitan dengan pilkada kota Malang beberapa hari lagi, Redaksi Politika Malang mencoba meminta pendapat dari salah satu pakar politik dari Universitas Muhammadiyah Malang, Wahyudi.

Menurutnya, ia tidak mau mengomentari sisi privasi dari Sutiaji, kecuali analisa yang berkaitan dengan pilkada.

“Kalau masalah pribadi saya tidak berani berkomentar. Tentu banyak penjelasan internal yang kita orang luar tidak tahu. Mohon maaf nggih,” ujar Dr. Wahyudi, M.Si.
Wakil Direktur Pascasarjana UMM.

Namun Terkait apakah ada pengaruh ketika pernikahan tersebut dikorelasikan dengan posisi Sutiaji sebagai salah satu calon Walikota, Pengamat politik ini mengiyakan.

Baca Juga :   Walikota Malang Sidak Perkantoran, Efektifkan PPKM Tahap 2

“Walikota adalah pemimpin. Pemimpin harus menjadi teladan. Ing ngarso sung tulodho. Bagaimana mungkin memimpin rakyat, jika pemimpinnya sendiri tidak bisa memimpin diri dan keluarga sendiri” Tambahnya.

Wahyudi menambahkan bahwa ada kemungkinan peristiwa itu akan berpengaruh pada persepsi pemilih perempuan. Bisa jadi pemilih perempuan akan berpikir ulang tentang Sutiaji karena pertimbangan emosional.

“Saya kira rakyat Malang sudah cerdas, dan berani memilih yang track recordnya bagus,” pungkas wahyudi.(*)

Pewarta :Djoko Winahyu

Leave a Reply