Sutiaji Merapat ke PPP?

PolitikaMalang – Dinamika politik jelang Pilkada Kota Malang lambat laun mulai memanas. Usai ‘mengibar’ bendera perang kepada calon petahana, H. Moch Anton dengan mendaftar sebagai bakal calon dari PDI Perjuangan, kini Sutiaji dikabarkan tengah merapat ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sumber Politika Malang yang enggan disebut namanya, mengatakan jika Sutiaji sudah membangun komunikasi politik dengan DPC PPP Kota Malang. Bahkan, menurut sumber itu, Sutiaji sudah secara resmi memberikan berkas pendaftaran bakal calon kepada partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Nama Pak Sutiaji sudah santer dibicarakan bahkan tingkat DPW PPP,” kata sumber yang enggan dibuka identitasnya itu.

Masuknya nama Sutiaji makin membuat nama bakal calon yang akan diusung PPP menjadi bervariasi, setelah sebelumnya santer kabar Heri Puji Utami yang juga menjabat Ketua DPC PPP bakal diajukan oleh partai.

Isu merapatnya Sutiaji ke PPP, bisa terjadi karena beberapa hal. Koalisi PDI Perjuangan – PKB atau yang akrab disebut Bangjo kian mendekati kenyataan. Koalisi itu rencananya akan mengusung nama H. Moch Anton dengan salah satu nama dari PDI Perjuangan sebagai sosok bakal calon wali kota.

Terakhir, dari PDI Perjuangan sendiri sudah menguat tiga nama yang akan mendampingi Anton, yakni Sri Untari, Sri Rahayu dan juga Abdul Hakim. Kondisi itu membuat kans Sutiaji sangat tipis mendapat rekom dari partai berlambang banteng itu.

DPC PPP Kota Malang memberikan jawaban terkait rumor Sutiaji merapat ke partai itu. Ketua PPP Kota Malang, Heri Puji Utami, membantah kabar jika Sutiaji sudah mendaftar ke PPP. “Kalau itu masih belum,” kata Heri Puji Utami.

Meski begitu, wanita yang akrab disapa Bunda HP itu mengaku jika PPP Kota Malang sempat menjalin komunikasi politik dengan Sutiaji. “Kalau komunikasi (dengan Sutiaji) ada tapi kalau daftar (sebagai bacalon) belum,” tandasnya.

Baca Juga :   The Fantastic Periodicals At the rear of Via the internet Learning Benefit provide Offers

Gerak Taktis Sutiaji

Sutiaji piawai dalam mengatur langkah politik di Pilkada Kota Malang. Upaya pria pemilik kursi N-2 itu bertarung di Pilkada Kota Malang dimulai saat ia mendaftar sebagai bakal calon wali kota ke DPC PDI Perjuangan. Fit and proper test sudah dijalani Sutiaji sebagai upaya mendapat rekomendasi resmi partai berlambang banteng itu.

Jika benar kabar Sutiaji merapat ke PPP, tentunya merupakan langkah taktis untuk menciptakan ‘bargaining’ baru dengan partai politik di luar PDI Perjuangan. Pasalnya, PPP Kota Malang saat ini memiliki 3 kursi di legislatif, sehingga untuk mencapai persyaratan mendaftar pasangan calon, harus berkoalisi dengan partai lainnya.

Selain PDI Perjuangan dan PKB Kota Malang yang sudah dekat koalisi Bangjo, maka PPP masih punya banyak opsi menggandeng partai politik lainnya. Poros Hanura – PAN (Harapan) misalnya, sudah lantang mengikrarkan koalisi dalam pilkada tahun mendatang dengan mengajukan satu sosok yakni Ya’qud Ananda Gudban. Bahkan, isu pasangan Nanda – Sutiaji atau Sutiaji – Nanda juga santer didengungkan.

Selain Poros Harapan, beberapa partai lain seperti Golkar, Gerindra, PKS dan Nasdem masih terbuka peluang komunikasi dengan Sutiaji.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Wahyudi, mengatakan jika Sutiaji memiliki kekuatan politik tersendiri jika ia maju dalam Pilkada Kota Malang tahun mendatang. Ada sejumlah hal yang patut diperhitungkan dari pemilik kursi N-2 itu.

Menurut Wahyudi, jika Sutiaji menjadi penantang Anton di Pilkada 2018 maka ada kemungkinan suara dari kalangan Nahdiyin akan terpecah. Disamping itu, kata Wahyudi, Sutiaji memiliki pengalaman yang baik dalam menata birokrasi, sehingga sosoknya sangat diperhitungkan dalam kancah perpolitikan menjelang pilkada Kota Malang.

“Pak Sutiaji adalah sosok yang masih diperhitungkan dalam Pilkada Kota Malang,” kata Wahyudi.

Leave a Reply