Tangkal Hoax, Ini Langkah FKDM Kota Malang

PolitikaMalang – Ini sangat berbahaya, berita hoax dan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dijadikan cara untuk menjatuhkan lawan politik saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di kota Malang, apalagi berdekatan dengan momen bulan suci Ramadhan.

Hal ini, disampaikan Ketua FKDM kota Malang, Nurudin Hadi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang di gelar Jum’at Malam (4/5/2018)
di Hotel Regent Malang.

Guna mencipatakan suasana Kota Malang yang kondusif jelang Ramadan, pesta Demokrasi, Pilkada dan Pilgub yang semakin dekat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) kota Malang menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) kota Malang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) kota Malang ini, dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Malang, Waka Polres Malang Kota, Majelis Ulama Indonesia (MUI), unsur pemuda tokoh agama, tokoh politik dan 200 undangan lainnya.

Ketua FKDM kota Malang, Nurudin Hadi menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini, merupakan rangkaian FGD pertama di tahun 2018, dimana Berita Hoax sengaja dipilih sebagai tema untuk mengantisipasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini di kota Malang.

“Seringkali isu SARA dan Hoax itu akan menjadi senjata untuk menjatuhkan lawan politik atau membuat kericuhan saat tujuan politiknya tidak tercapai. Sehingga, kita mengantisipasi agar tidak beredar isu SARA dan hoax itu dengan cara menggandeng para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mampu meredam isu Hoax dan SARA yang mungkin akan muncul. Jangan sampai isu SARA dan Hoax ini menjadi senjata black champaign dan dikomersialkan,” ungkap Nurudin Hadi.

Sementara itu Sekretaris Daerah yang turut hadir, Wasto menjelaskan kegiatan FGD yang dilaksanakan oleh FKDM dan Bakesbangpol kota Malang tersebut sangatlah tepat di situasi saat ini.

Baca Juga :   Wawali Malang Sofyan Edi Antusias Amati Uji KIR

“Dengan perkembangan IT yang sedemikian pesat seperti saat ini, rawan menimbulkan suatu permasalahan sendiri. Karena dengan teknologi tersebut maka sangatlah mudah untuk menyebarkan berita bohong (hoax) melalui meda sosial. Dan jika tidak ada upaya untuk mencerdaskan masyarakat untuk menangkal berita hoax, maka itu bisa menimbulkan bibit-bibit kebencian dan bibit-bibit persoalan antar masyarakat,” ungkap Wasto serius.

Wasto berharap tokoh masyarakat dan tokoh agama kota Malang bisa bersinergi berupaya menangkal berita hoax yang berpotensi memecah belah kerukunan masyarakat kota Malang.

“Data secara nasional pengguna internet 18,4% anak usia 10 tahun hingga 24 tahun, sementara pengguna internet di Indonesia seratus tigapuluh dua juta yang merupakan pengguna media sosial. Jika kita biarkan tidak ada pemahaman menyikapi berita hoax maka akan jadi masalah,” pungkas Wasto yang didampingi Kepala Bakesbangpol kota Malang, Indri Ardoyo. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply