Target 70 Persen Suara, Brigade 01 Kabupaten Malang Siap Menangkan JOIN

PolitikaMalang – Dukungan untuk paslon 01 Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo – KH Maaruf Amin terus mengalir di berbagai daerah. Terbaru sejumlah aktivis dan pegiat kemandirian desa di Kabupaten Malang membentuk gerakan Barisan Relawan Penggerak Desa (Brigade) 01 Kabupaten Malang.

Pembentukan Brigade 01 itu sebagai salah satu langkah untuk menggaet suara masyarakat di pedesaan dalam rangka memenangkan JOIN (Jokowi-Ma’ruf Amin) di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019 mendatang.

Dihadiri Koordinator Barisan Relawan Penggerak Desa (Brigade) 01 Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad, Brigade 01 Kabupaten Malang resmi mendeklarasikan dukungannya kepada paslon nomor urut satu Jokowi-Ma’ruf Amin di bilangan Stasiun Kota Baru, Kota Malang, Kamis (28/3/2019).

Pembina Barisan Relawan Penggerak Desa (Brigade) 01 Kabupaten Malang, H Ali Ahmad menargetkan bisa menguasai minimal 70 persen suara pemilih di Malang Raya.

“Ini sesusai dengan arahan bapak Presiden (Joko Widodo.red) saat kampanyeterbuka di GOR Ken Arok, Malang pada Senin (25/3/2019) kemarin. Pada Pilpres 2014, 61 persen suara pemilih untuk Jokowi. Tentunya kami akan bekerja keras sebelum pemilu untuk merealisasikan target 70 persen suara,” kata calon DPR RI dapil Malang Raya tersebut.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ali itu juga menyerukan Gerakan Rabu Putih bagi pendukung Jokowi-Ma’ruf saat datang ke tempat pemungutan suara. Gerakan ini diwujudkan dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih pada hari pemilihan, 17 April, menggunakan baju putih.

Sementara itu, Andry Dewanto Ahmad menjelaskan alasan Brigade 01 siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 nanti, karena komitmen Jokowi terhadap pembangunan desa pada periode sebelumnya 2014-2019 telah dibuktikan melalui Undang-undang Nomor 6 tahun 2014.

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

“Presiden Jokowi melalui misi pembangunan Nawacitanya menjadikan desa sebagai subyek pembangunan. Dengan kata lain, membangun Indonesia dari wilayah pinggiran. Itulah bukti keseriusan Pak Jokowi dalam membangun kesejahteraan masyarakat di level paling bawah,” tuturnya.

Keseriusan Jokowi dalam membangun masyarakat desa bukan sekadar jargon politik. Hal itu dibuktikan dengan dukungan anggaran yang mencapai angka lebih dari Rp 1 miliar per desa per tahun.

“Kita lihat, dari tahun 2015 sampai 2017 Dana Desa melalui APBN mencapai angka Rp 122,099 triliun. Lalu hingga tahun 2018 ini untuk tahap dua sebesar 149,31 triliun. Ini jelas bentuk keseriusan Pak Jokowi sebagai presiden untuk membangun Indonesia dari wilayah pinggiran,” papar Koordinator Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Jawa Timur ini.

Leave a Reply