Tepis Paham Radikalisme, MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar ke Ponpes

PolitikaMalang – Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid melakukan So­sialisasi Empat Pilar dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara kerjasama dengan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Asrikaton Pakis Kab Malang Jawa Timur.Pagi ini Kamis (4/10).

Kegiatan yang mengambil tema ‘Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ideo­logi Bangsa dan Negara ini, berlangsung di aula Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah yang dihadiri Dr. Hidayat Nur Wahid- Wakil Ketua MPR RI, Dr. Mardani Ali Sera, MEng atau biasa dikenal Mardani adalah seorang akademisi dan politisi Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota DPR-RI Fraksi PKS dan dosen untuk Universitas Mercu Buana Jakarta dan Pimpinan PP. Daarul Ukhuwwah KH.DR.M.Ajir Abdi Moenib.

Dalam pemaparan sosialisasi, Dr. Hidayat Nur Wahid- Wakil Ketua MPR RI menyatakan bahwa sosialisasi kepada pondok pesantren mungkin sudah dilakukan untuk yang ke ratusan kali.

Yang dimaksud dengan empat Pilar Kebangsaan menurut Hidayat Nur Wahid, pengertian 4 Pilar Kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram, dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

“Mungkin soal hafalan isi Pancasila, semua pasti hafal di luar kepala, tetapi soal pemahaman dan pengamalan itu perlu terus diingatkan, menyampaikan bahwa Sosialisasi Empat Pilar ini bertujuan agar masyarakat bisa me­ngetahui fungsi dan peran dari MPR RI, yang mana sosialisasi ini merupakan kegiatan rutin MPR RI yang telah diputuskan sejak tahun 2009 demi kemajuan daerah,” tambah Hidayat Nur Wahid.

Pemberian pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara ini sangat penting dalam kehidupan yang tujuannya memperkuat nilai nilai dan sendi dalam Pancasila. Dimana pemuda jaman now saat ini tidak lagi mengenal apa itu Pancasila dan bagaimana kondisi negara kita saat ini.

Baca Juga :   Dominate Via the internet The state of texas hold'em Research tutorial Review

“Ini yang sangat kita sa­yangkan. Dan karena dirasa sudah mulai luntur, kita berharap dengan sosialisasi ke Pondok Pesantren ini, dapat meningkatkan pemahaman akan kesatuan berbangsa, dan UUD 45 yang sebagai Konstitusi Negara serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Hidayat Nur Wahid.

Terkait dengan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap konstitusi, maka memasyarakatkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, adalah salah satu tugas penting yang diamanatkan kepada Majelis, disam­ping tugas untuk mengubah dan menetapkan Undang-undang Dasar.

“Oleh karena itu, maka pada kesempataan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada para santri PP. Daarul Ukhuwwah Asrikaton Pakis untuk bersama-sama lebih mengenali dan memahami landasan ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan serta semangat kesatuan dalam perbedaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang terangkum dalam Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara,” jelas Dr. Mardani Ali Sera, MEng anggota DPR-RI Fraksi PKS yang saat itu juga sebagai narasumber Sosialisasi 4 pilar.

Mardani mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat penting apalagi akhir akhir ini muncul isu isu radikalisme serta teroris yang sangat menganggu ketentraman dan kedamaian.

“Tentu dengan agenda sosilisasi yng diikuti sekitar 800 para santri ini dapat memberikan solusi dan menepis anggapan Ponpes sarang Paham Radikalisme,”pungkasnya.(*)

Pewarta :Djoko Winahyu.

Leave a Reply