Tiru Kesuksesan Kampung 3G, Kota Bitung Gelar Pelatihan Biopori

PolitikaMalang – Gerakan Diet Sampah Plastik bukan hanya slogan. Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung untuk menjaga kelestarian lingkungan juga terus diaplikasikan.

Pemandangan yang cukup menarik, dari wali kota hingga jajaran, terlihat selalu membawa tumbler atau tempat minum.

Hal ini juga terlihat saat Wali Kota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban membuka acara Pelatihan pembuatan Biopori menopang gerakan Bitung Go Green & Less Plastic City serta gerakan Hemat air & gerakan menabung air di balai pertemuan umum Balkot Bitung, Senin (27/8).

Semua jajaran yang hadir, seluruh SKPD, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bitung, tim penggerak PKK dari level paling bawah, RT, RW atau Lingkungan, Lurah, Camat serta perwakilan guru yang mengajar lingkungan dan kader lingkungan sekitar 500 orang terlihat membawa tumbler dengan macam-macam ukuran dan warna.

Dalam kesempatan tersebut, Lomban menerangkan bahwa, Bambang Irianto sebagi Motivator akan memberi materi, arahan dan cerita pengalaman 6 tahun lalu hingga Kampung Grintung RW 23 menjadi seperti sekarang ini, menjadi kampung Konservasi air tingkat dunia, bahkan tanggal 30 Agustus nanti bakal dianugerahi penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan oleh Presiden Joko Widodo.

“Sebagai Walikota saya mengucapkan selamat kepada kota Malang dan khususnya kepada RW 23 Purwantoro kota Malang atas diraihnya penghargaan Kalpataru. Saya pada tahun 2017 lalu memang sempat berkunjung ke Kampung Glintung Go Green, kami belajar kesana khususnnya Ketua Tim Penggera PKK Bitung. Saya salut sekali ketika Inisiator Kampung Glintung Go Green Bambang Irianto mau untuk memberikan ilmunya kepada kami agar bisa kami terapkan di sini ,” ujarnya

Bambang Irianto dengan aktifitasnya membangun Kampung Glintung Go Green menunjukkan kecintaannya terhadap lingkungan dengan cara-caranya sendiri. Semoga hal tersebut juga mampu kita lakukan di Bitung,”harapnya.

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

Walikota Bitung juga membuka peluang kerjasama pertukaran suatu hal yang ada di Bitung yang bisa dikembangkan di kota Malang seperti prestasi Kota Sehat yang sudah berkali-kali diraih Bitung hingga pelayanan perijinan dan universal coverage untuk bidang kesehatan.

Warga sangat antusias mengikuti pelatihan, karena warga sudah mulai sadar dan tergerak semenjak kota Bitung sudah mendeklarasikan dirinya sebagai Bitung Less Plastic dan Go Green City, termasuk target 8.000 biopori dari 8 kecamatan.

“Harapan saya dengan kedatangan Pak Bambang ini maka target biopori bisa tercapai dan bisa semakin banyak lagi pembuatan bioporinya,”pungkas Maximiliaan Jonas Lomban.

Luar Biasa Presentasi yang disampaikan Inisiator kampung Glintung Go Green mampu menghipnotis sekitar 500 undangan Bahkan baik Walikota , Wakil Walikota dan ketua TP PKK tak beranjak dari Balai Pertemuan .

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Dra Khouni Lomban Rawung, M.Si mengatakan, warga sangat antusias terhadap materi pelatihan yang diberikan oleh pak Bambang Irianto karena materi yang diberikan tersebut sangat menggugah masyarakat untuk mampu beruba dari kondisi yang sangat berantakan bisa merubah masyarakatnya menjadi Kampung Glintung Go Green, sehingga dengan materi perjuangan kelahiran Kampung Go Green tersebut bisa menginspirasi warga Bitung yang ikut pelatihan ini akan berubah,”tambahnya.

Peran perempuan khususnya PKK dan perempuan yang lain juga harus bisa mendukung dan juga melengkapi apa yang sudah dijalankan oleh bapak-bapaknya agar kolaborasinya semakin mantap.

Pemerintah Bitung juga tidak akan memberikan anggaran untuk pembuatan biopori di setiap kecamatan seperti yang disampaikan oleh Bambang Irianto untuk menggunakan barang bekas.

“Harapan saya pertemuan kedua ini bukan pertemuan terakhir yang kemudian akan menghasilkan kerjasama-kerjasama antara Pemerintah Bitung dan Glintung Go Green,”tutupnya.(*)

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply