Totok Daryanto: PAN jadi Pengusung Aktif Calon di Pilkada Kota Malang

PolitikaMalang – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Totok Daryanto, menegaskan jika partainya akan menjadi pengusung aktif di Pilkada Kota Malang tahun 2018 mendatang. Sejumlah kriteria calon sudah ditetapkan oleh partai berlambang matahari ini dalam kontestasi pilkada nanti.

Menurut Totok, kriteria utama yang harus dimiliki seorang calon adalah memahami permasalahan di Kota Malang, sehingga jika menjadi pemimpin bisa memberikan berbagai solusi kepada masyarakat. “Pertama bagi PAN, pemimpin harus mengetahui Kota Malang, hal itulah yang terpenting,” kata Totok disela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Kota Malang, Kamis (11/5) di RM Ringin Asri.

Selain itu, PAN menginginkan pemimpin yang memiliki komitmen terhadap lingkungan, sehingga pada masa nanti, pembangunan yang ada di kota pendidikan ini memiliki wawasan lingkungan yang baik dan menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya. “PAN Kota Malang harus menjadi pengusung aktif dalam pilkada nanti, seperti di Kota Batu, kursi kita hanya tiga namun berani mengusung calon di Pilkada, di Kota Malang ada empat kursi dewan, tentunya harus berani mengusung secara aktif calon, baik itu dari internal maupun eksternal partai asalkan mereka memiliki komitmen akan visi dan misi partai,” tuturnya.

DPD PAN Kota Malang, lanjut Totok, sudah menjalin komunikasi politik dengan partai lain jelang pilkada ini, sehingga peluang tersebut bisa dimaksimalkan untuk koalisi di kemudian hari. Terkait dengan calon, Totok mengaku jika ada beberapa nama yang sudah masuk di jajaran partai, nama tersebut tentunya harus melewati survei di internal partai dan masyarakat agar bisa diajukan sebagai calon. “Ada beberapa nama, tapi kan kita perlu survei kepada masyarakat, siapa-siapa saja yang dianggap cocok memimpin Kota Malang di masa mendatang,” tukasnya.

Baca Juga :   Perkuat Data Aset, Pemkot Malang Gandeng KPK

Yang lebih penting, ungkap Totok, adalah menyadarkan masyarakat Kota Malang jika sebentar lagi akan ada Pilkada untuk memilih pemimpin mereka di tingkat daerah. Karena itu, kader partai harus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait masalah tersebut, sehingga pendidikan politik bagi masyarakat bisa dilakukan dengan baik.

Leave a Reply