Turis Mancanegara Bantu Branding Kampung Budaya Polowijen

PolitikaMalang – Hari ini, Minggu 5 Agustus 2018 terasa istimewa di KBP (Kampung Budaya Polowijen), seperti biasa tiap minggu rutin latihan menari topeng dan latihan membatik bagi warga yang merupakan agenda utama. Tiba-tiba rombongan turis dari Prancis datang ke KBP seolah memecah keseriusan para penari KBP yang sedang rapat mempersiapkan Festival Dolanan seusai mereka latihan. Para penari yang rata-rata usia remaja berteriak ada turis ada turis, begitu salah satu penari berlari menjemput dan menghampirinya. Demikian pula Ibu Titik Nur salah satu mentor pembatik KBP mempersilahkan untuk melihat lihat aktivitasnya. Memang ini bukan yang pertama KBP di kunjungi bule dari Eropa, yang istimewa bule itu ketika datang langsung minta ingin menari bersama dan diajari membatik.

Titik bertanya: “anda tahu dari mana, kalo disini ada kegiatan”. Jawab salah satu turis yang bernama Anastasia bahwa “saya tahu dari teman saya yang beberapa hari yang datang kesini dan menari, dia ikut acara gerakan menari topeng kolosal bersama mahasiswa dari 20 negara yang kebetulan juga sedang berlibur ke Malang” katanya. Informasi tentang KBP mereka dapat dari banyaknya pemberitaan dan kemeriahan di KBP. Bahwa temannya ana yang dari Prancis itu mengirim banyak foto-foto ke dirinya serta mengungguh ke medsos dan foto dirinya da teman temanya telah menjadi headline foto dibeberapa media.

Tidak salah jika dampak dari kegiatan Peresmian Pasar Topeng KBP yang di resmikan oleh Plt. Walikota Malang yang di hadiri 60 mahasiswa asing dari 20 negara Program desain Thingking Camp 2018 KKUI Perguruan Tinggi se Malang Raya mulai terasa. Untuk sementara tiap minggu bagi siapa saja bisa melihat bahamana warga KBP berproses semua termasuk latihan menari, membuat topeng serta membatik bersama. Sebagai sebuah kampung yang sudah siap menjadi destinasi wisata budaya maka rencananya tiap bulan KBP akan menggelan event dalam bentuk festival dan agenda terdekat kali ini di bulan agustus adalah Festival Dolanan dalam rangka HUT RI ke 73 tanggal 18-19 Agustus 2018.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Dalam keceriaan bersama dengan anak-anak penari KBP,nampaknya para turis itu menikmati setiap gerakan dan sambil bersorak ketika larut dalam gerakan Tari Topeng Grebeg Sabrang, Grebeg Jowo dan Bapang. Anak anak yang sebenarnya sudah usai latihan menari itu nampaknya makin antusias lagi karena ini kesempatan bagi mereka untuk selfie-selfie. Setelah latihan selesai, para turis itu lanjut membatik dan dijelaskan oleh Titik mentor pembatik KBP dari setiap tahapan mulai menggambat pola, mencanting dan mewarna. “Saya merasa senang berkunjung kesini ikut menari yang gerakannya ada yang lucu ada yang halus, apalagi membatik yang saya baru tahu prosesnya, ini unik di negara kami proses produksi itu dirahasiakan”. Kata Anastasi

Lain hanya dengan Sabrina, mahasiswa S2 Jurusan Advertising yang sedang Tesis tentang Branding langsung mencerca berbagai pertanyaan kenapa KBP ini ada. Dijawab Ki Demang Sebagai Penggagas KBP karena disini ada Situs Sumur Windu Ken Dedes dan Makam Empu Topeng Malang Ki Tjondro Suwono atau Buyut Reni. Seketika itu para tamu di ajak ke Situs Sumur Windu Ken dedes dan diskusi dilanjutkan disana. Sabrina berkomentar “kampung ini unik, semua rumah buat sama dikasih bambu, anak anak dan orang dewasa menyatu menari bersama sebagian ibu-ibu membatik, sebagian abapak-bapak membuat topeng, saya lihat itu galerynnya, tapi apakah disini sudah ada website, saya lihat ini ada banyak media patner yang sepertinya acara kemarin, seberapa kuat KBP membranding ini sebagai destiasi wisata”.

Ki Demang menjawab bahwa semua itu butuh proses dan sedang disiapkan, media publikasi yang semua orang bisa mengakses. Sabrina menyarankan bahwa untuk mendapatkan kunjungan yang lebih banyak perlu menggandeng travel agen salah satunya dari China karena saat ini Agen China promosinya ke Eropa banyak sekali menginformasikan paket wisata yang unik dan khas, orang eropa senang dengan kaitannya budaya, tradisi unik dan ketemu langsung dengan masyarakat. Selain itu Sabrina juga menyarankan KBP perlu bekerjasama dengan artis medsos yang followernya jutaan pasti dia akan bantu mempromosikan, “nanti akan saya bantu aksesnya,” imbuhnya

Leave a Reply