Undang-Undang Arsitek  Disosialisasikan di FT UB

PolitikaMalang – Guna meningkatkan kompetensi calon arsitek, FT UB (Fakultas Teknik Universitas Brawijaya) menggelar lokakarya.

Lokakarya ini merupakan bentuk penjabaran dan sosialisasi dari munculnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2017 tentang Arsitek (UU Arsitek).

Anggota Dewan Etik Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Endy Subijono menjelaskan bahwa UU Nomor 6 tahun 2017 tentang Arsitek saat ini sedang dibahas dan menunggu Peraturan Presiden sebagai peraturan pelaksananya.

Dalam UU ini terdapat regulasi yang mengharuskan arsitek untuk mengutamakan kepentingan dan keselamatan masyarakat.

“Arsitek harus memiliki kompetensi dan beretika sehingga masyarakat mendapat jaminan hukum dilayani oleh ahlinya,” ujar Endy dalam lokakarya dengan tema ‘Prospek Profesi Arsitek Di Indonesia Paska Terbitnya Undang-Undang Arsitek’ di auditorium Prof Ir. Suryono Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Rabu (30/1/2019).

Endy menyampaikan bahwa Arsitek adalah seseorang yang melakukan Praktik Arsitek dan telah secara sah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (dulunya disebut sebagai Sertifikat Keahlian (SKA) Arsitek) yang dikeluarkan oleh Dewan Arsitek Indonesia. Tak hanya itu, dalam UU ini mengatur tentang arsitek secara detail.

“Aturan ini diatur secara detail sehingga para pengguna jasa layanan arsitek juga akan terjamin haknya,” tambahnya.

Selain mewajibkan arsitek mematuhi UU, aturan ini juga memberikan peluang bagi arsitek untuk berkembang. Sebab, UU Arsitek ini, mengharuskan semua bangunan publik harus memenuhi ketentuan ini dengan menggunakan jasa arsitek.

Adanya UU Arsitek ini, FT UB berharap masyarakat dapat menghargai profesi dan memahami lingkup kerja arsitek. Arsitek Indonesia juga diharapkan dapat semakin tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing yang tinggi dengan kualitas yang semakin baik.

Endy menyampaikan apa
latar belakang UU Arsitek ini, menurutnya, Praktik Arsitek yang andal dan profesional diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, daya guna, dan hasil guna; memberikan perlindungan kepada masyarakat dan karya arsitektur Indonesia; serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Baca Juga :   Poker, IT, Alcohol-based drinks Challenges Filled With Japan

Dalam praktik arsitek, setiap Arsitek memerlukan peningkatan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, pengembangan keprofesian berkelanjutan, riset, percepatan penambahan jumlah dan penyebaran Arsitek, serta peningkatan mutu karya arsitektur untuk menghadapi tantangan global.

Sementara Tujuan Undang Undang Arsitek itu sendiri diantaranya, memberikan landasan dan kepastian hukum bagi Arsitek.

Memberikan perlindungan kepada Pengguna Jasa Arsitek dan masyarakat dalam Praktik Arsitek

Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan profesi Arsitek yang berdaya saing tinggi serta memiliki keahlian dan hasil pekerjaan yang berkualitas .

Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan profesi Arsitek yang berdaya saing tinggi serta memiliki keahlian dan hasil pekerjaan yang berkualitas

Meningkatkan peran Arsitek dalam mewujudkan pelaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan serta menjaga dan mengembangkan budaya dan peradaban lndonesia.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply