Uskup Monsinyur Pietdyarto Resmikan Kapel St. Yohanes Gabriel Perboyre di Bandulan

PolitikaMalang – Hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan rasa toleransi, saling menghormati, saling pengertian, dan saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara ditunjukkan warga Bandulan Malang .

Di wilayah rw 04 tepatnya di jl bandulan 1D / 30 rt 07 berdiri Kapel. Setelah direnovasi sejak Januari 2018 lalu, kl

emarin Selasa (30/10/208) Kapel yang diberi nama St. Yohanes Gabriel Perboyre ini diresmikan.

Peresmian Kapel ini ditandai dengan penandatangangan prasasti oleh Uskup Monsinyur pietdyarto serta pengguntingan Pita Pintu Kapel.

Setelah pengguntingan pita uskup Monsinyur pietdyarto menyerah kunci Kapel kepada Romo paroki Adi cm.

Prosesi peresmian berjalan lancar dihadiri para jemaat katolik di lingkungan st.bernadus, Lurah Bandulan , Ketua RW , Ketua RT serta para pemuka Agama di wilayah Bandulan .

Rasa Syukur diresmikannya Kapel St. Yohanes Gabriel Perboyre ini ditandai dengan potong tumpeng dan makan bersama.

Uskup Monsinyur pietdyarto menyarahkan potongan tumpeng kepada Lurah Bandulan .

Dalam sambutanya , Uskup
Monsinyur pietdyarto menyampaikan bahwa pada hari ini dengan hati gembira dan penuh rasa syukur bisa berkumpul di kapel Santo Yohanes Gabriel yang telah di resmikan secara bersama sama.

“Semoga ini menjadi tanda kerukunan saling menghormati Pruralisme di tengah-tengah masyarakat. Semoga seluruh kegiatan serta penerimaan sakramen yang dilakukan saat ini semakin menguatkan iman kita,” terang Uskup Monsinyur.

Sementara itu Lurah Bandulan, Mohamad effendi SE menjelaskan bahwa Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan.

Saya sangat salut terhadap warga Bandulan .” Ini menandakan bahwa warga Bandulan itu nasionalis ,”sebut Mohamad effendi SE

Baca Juga :   Wedding caterers Sport poker table Affiliated Articles

“Kesadaran akan kerukunan hidup umat beragama harus bersifat Dinamis, Humanis dan Demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada masyarakat dikalangan bawah sehingga, kerukunan tersebut tidak hanya dapat dirasakan/dinikmati oleh kalangan-kalangan atas/orang kaya saja. Karena, Agama tidak bisa dengan dirinya sendiri dan dianggap dapat memecahkan semua masalah,” pungkas Lurah yang baru saja menggantikan Lurah Lama Gandung karena Pensiun .(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply