Warga Kota Malang Perlu Kroscek Data Kependudukan, Jangan Sampai Ini Terjadi

PolitikaMalang – Warga Kota Malang disarankan untuk melakukan kroscek data kependudukan yang dimilikinya. Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota Malang melalui Gerakan Indonesia Sadar Administrasi mewajibkan agar data kependudukan baik nama dan sebagainya harus sama antara di KTP, KK dan akta administrasi lainnya. Jika tidak maka kesalahpahaman seperti Kepala Sekolah SMAN 1, Lawang Supaat akan terjadi.

Kesalahpahaman itu, bermula saat Supaat dan anggota keluarga datang ke kantor Dispendukcapil di Block Office, untuk mempertanyakan kenapa pengurusan akte kelahiran cucunya memakan waktu yang lama, padahal permintaan petugas sudah dipenuhi.

“Saya ditolak karena berkas kependudukan saya dianggap tidak valid karena berbeda antara KTP dan Akte kelahiran oleh pegawai outsourcing dispendukcapil yg bertugas di kelurahan Madyopuro. Memang di KTP saya namanya supaat sedangkan di akta kelahiran supa’at beda tanda petik,”ungkapnya.

Keluarga Supa’at akhirnya di terima 3 kepala bidang Dispendukcapil yakni, Dra.Diah Tri Oktavijanti Kabid pelayanan Pencatatan Sipil , Dra. Trini Pujiastuti kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Windra Novisari,Ssos.MAP kasi Kelahiran .

Sempat terjadi perdebatan, ketiga kasi dengan keluarga karena Supa’at karena masih kekeh, meski berkali kali ketiga Kasi Dispenduk menjelaskan kekurangan admistrasi kependudukan Supa’at .

Menurut Dra.Diah Tri Oktavijanti Kabid pelayanan Pencatatan Sipil, kemarin sebenarnya sudah diberi solusi yaitu ganti pelapor yang tidak bermasalah adminnya. Akte akhirnya bisa teratasi setelah pelapor diganti nama paman si bayi bernama L’Sartre Reza Al Huzzat, SPd.” Namun pak Supa’at masih punya PR yaitu kedepan menyamakan namanya di buku nikah, akte kelahiran ibu bayi, kk kakek, ktp kakek. Mengingat pemkot sdh mencanangkan #GISA,”tegas Diah .

Sementara itu di hubungi melalui selulernya, kepada wartawan Politika, Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dra. Eny Hari Sutiarni, M.M tekankan warga kota Malang untuk melek atau sadar akan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) dalam upaya tertib data kependudukan.

Baca Juga :   How To assist you to Success Found at Roulette

“Ini kan juga untuk kepentingan masyarakat sendiri jika tertib data kependudukannya , segala urusan semuanya akan lancar. Jadi tidak benar kalau Dispenduk mempersulit warga dalam kepengurusan adminduk dan bahkan ada yang merasa di Pingpong ,” paparnya.

Eny menyebut, dengan GISA semua akan punya data valid terhadap satu penduduk Indonesia satu data administrasi kependudukan.

“Kita ingin setiap masyarakatnya tertib. Mereka semua punya data kependudukan, terdata dengan baik. Dengan demikian ini akan memudahkan kita dalam rangka menjalankan tugas membangun Kota Malang,” tukas Eny Hari Sutiarni.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi kependudukan menuju masyarakat yang tertib, pemerintahan yang efektif dan efisien dan negara yang memiliki daya saing, Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Instruksi ini ditandatangani oleh Mendagri Tjahjo Kumolo pada tanggal 07 Februari 2018 dengan nomor 470/837/SJ tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA),”pungkas Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dra. Eny Hari Sutiarni, M.M.

Lebih lanjut Kadis kependudukan mengajak kroscek data masyarakat Malang. ,” mari kita cek data kita masing2 mulai dari kutipan akta kelahiran, buku nikah/ kutipan akta perkawinan, KK dan ktp-el, apakah sudah benar nama ejaan kita, tempat tanggal lahir. Kalau sudah sama semua dan benar maka kita sudah melaksanakan #GISA.,”pungkas Eny Hari Sutiarni.

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply