Zubaidah Ajak Wali Murid Pro Aktif Sambut PPDB

PolitikaMalang – PPDB untuk SMPN jalur wilayah akan dimulai besok ,Senin dan Selasa (2-4 Juli 2018). Sedangkan 5 Juli 2018 akan diumumkan , dan daftar ulang pada 5-6 Juli 2018. Untuk itu, masyarakat dan calon siswa wajib memperhatikan persyaratan dan daya tampung SMPN.

Berikut data daya tampung siswa baru pada 27 SMPN di Kota Malang, diantaranya :

– SMPN 1 menampung 240 siswa.
– SMPN 2 menampung 300 siswa.
– SMPN 3 menampung 260 siswa.
– SMPN 4 menampung 288 siswa.
– SMPN 5 menampung 266 siswa.
– SMPN 6 menampung 240 siswa.
– SMPN 7 menampung 270 siswa,
– SMPN 8 menampung 240 siswa.
– SMPN 9 menampung 240 siswa.
– SMPN 10 menampung 295 siswa.
– SMPN 11 menampung 270 siswa.
– SMPN 12 menampung 210 siswa.
– SMPN 13 menampung 270 siswa.
– SMPN 14 menampung 256 siswa.
– SMPN 15 menampung 264 siswa.
– SMPN 16 menampung 232 siswa.
– SMPN 17 menampung 256 siswa.
– SMPN 18 menampung 234 siswa.
– SMPN 19 menampung 310 siswa.
– SMPN 20 menampung 256 siswa.
– SMPN 21 menampung 240 siswa.
– SMPN 22 menampung 221 siswa.
– SMPN 23 menampung 210 siswa.
– SMPN 24 menampung 210 siswa.
– SMPN 25 menampung 125 siswa.
– SMPN 26 menampung 186 siswa, dan SMPN 27 menampung 128 siswa.

Tercatat tahun pelajaran 2018/2019 ini, untuk PPDB SMPN memiliki daya tampung sekitar 6.511 siswa baru yang tersebar di 27 SMPN Kota Malang. “Sesuai juknis, setiap SMPN sudah ada ketentuan daya tampungnya. Sebanyak 60 persen daya tampung akan diisi melalui jalur wilayah. Sementara sisanya 40 persen akan diisi jalur reguler,”jelas Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang Dra Zubaidah, MM.

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

Zubaidah mencontohkan, ada 5 sekolah SMPN di Kota Malang memiliki daya tampung 240 siswa, maka zona atau jalur wilayah 60 persen sebesar 144 siswa dan jalur reguler 40 persen sebesar 96 siswa. Peluang besar disaring melalui jalur wilayah. Sementara berdasarkan juknis PPDB SMPN Kota Malang, tertinggi di SMPN 19 sebanyak 310 siswa, disusul SMPN 2 sebanyak 300 siswa, dan SMPN 10 sebanyak 295 siswa.

Tak hanya nilai USBN yang diperhitungkan. Namun nilai rapor untuk tiga mapel yang sama dengan USBN, yaitu matematika, IPA dan Bahasa Indonesia juga dimasukkan sebanyak 20 persen. Jadi, nilai USBN sebanyak 80 persen menjadi nilai akhir (NA) yang akan dipakai untuk ikut seleksi atau PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) jenjang SMPN. “Nilai USBN SD tahun ini tidak begitu bagus. Jika mau masuk SMPN, maka orangtua harus aktif mencari informasi dimana yang berpeluang,” jelas wanita berhijab yang murah senyum itu.

Sementara PPDB jalur wilayah, bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang berdomisili di radius 500 meter lingkar sekolah tidak dilakukan perangkingan. Namun jika di luar 500 meter, dilakukan perangkingan. Demikian juga bagi masyarakat mampu yang berdomisili di radius 200 meter dari titik pusat sekolah tidak dilakukan perangkingan. “Lingkar sekolah malah bisa lebih dari kelurahan/kecamatan yang diampuh. Karena bisa jadi, lingkar sekolah itu menyentuh ke wilayah lain. Misalkan SMPN 20 mengampuh kelurahan Bunulrejo dan Purwantoro,” tambah Zubaidah.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply