Sekda Kota Malang Apresiasi Skema Institut Gagas Jaring Aspirasi Bangun Kota Malang 2022

Bagikan :

Bagikan :

Politikamalang – Malang, Skema Institut Gagas diskusi kolaboratif mengusung tema ‘Sinergi Merawat Optimisme Kota Malang Menyambut Tahun 2022.

Diskusi Kolaboratif yang digelar hari ini Jum’at(4/2/22) di Cafe 11: 12 jalan Sukarno Hatta Malang ini, menghadirkan narasumber dari jajaran ekskutif, legislatif, akademisi, tokoh pemuda hingga kepolisian.

Direktur Eksekutif Skema Institut Harianto mengatakan, narasumber yang dihadirkan adalah orang orang yang berkompeten di bidangnya diantaranya:

Iklan
  • Erik Setyo Santoso. ST.,M.T. ( Sekda Kota Malang)
  • Amithya Ratnanggani, S.S. ggota Komisi D DPRD Kata Malang)
  • Kompol Suppian Kabag Ops. Polresta Malang Kota
  • M.Anas Muttaqin (CEO Hasta Group /Tokoh Pemuda)
  • Abd. Rohman, S.Sos., M.Ap (Dosen FISIP Unitri Malang)

Harianto merasa bersyukur berhasil mempertemukan pejabat berwenang dari ekskutif, legislatif dengan para perwakilan OKP yang diundang.

Yakni ada dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

“Alhamdulillah sesuai harapan kita di awal yaitu mengumpulkan pihak-pihak eksekutif dan legislatif untuk menyampaikan progres saat ini terkait tantangan-tantangan pembangunan di tengah pandemi Covid-19,” tukas Harianto.

Di tahun 2022, Skema Institut akan terus membuat forum-forum diskusi publik dengan tema-tema sesuai isu yang berkembang di masyarakat. Pasalnya, ruang diskusi dengan mempertemukan antara pejabat publik dengan masyarakat ataupun perwakilan OKP minim terjadi.

Dengan adanya diskusi kolaboratif ini, pihaknya berharap rekan-rekan dari perwakilan OKP untuk dapat melanjutkan hasil-hasil diskusi yang telah dilakukan kepada para anggota dan kadernya, yang kemudian diteruskan kepada masyarakat luas. Hal itu dilakukan untuk perbaikan Kota Malang di masa mendatang.

Sekda Kota Malang saat ditemui wartawan di tempat kegiatan

Dalam diskusi ini, Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso sangat mengapresiasi serta menerima segala masukan dari para peserta diskusi kolaboratif kali ini.

“Di era Pak Wali Kota Malang (Sutiaji) ini kita siap menampung aspirasi dari berbagai elemen kelompok masyarakat termasuk salah satunya gabungan dari organisasi kepemudaan yang saat ini hadir untuk menjadi mitra kritis kita dalam berdiskusi, mengevaluasi pembangunan di Kota Malang,” terang Erik, Jumat (4/2/22).

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, OKP di Kota Malang juga memiliki peran penting. Pasalnya, mayoritas anggota OKP merupakan mahasiswa yang memiliki intelektual luar biasa. Di mana dengan adanya mahasiswa dari berbagai daerah, dapat menuangkan saran, kritik, dan ide-idenya untuk kemajuan Kota Malang.

Erik pun berharap agar kedepan para perwakilan OKP yang hadir dalam diskusi kolaboratif ini dapat menjadi jembatan antara pejabat pemerintahan dengan masyarakat luas untuk memberikan informasi-informasi terkait pembangunan Kota Malang.

“Rekan-rekan ini cara pandangnya didalam melihat tahapan-tahapan pembangunan bisa memberikan kritik dan saran yang konstruktif untuk menjadi penyempurnaan dari kebijakan-kebijakan yang saat ini dilakukan Pemerintah Kota Malang,” ujar Erik.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan yakni Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan, pihaknya selalu mendukung agenda-agenda diskusi kolaboratif yang dilakukan seluruh lapisan elemen masyarakat.

“Karena kita pemerintah itu tidak bisa berdiri sendiri, jadi di dalam pemerintahan itu sendiri stakeholder juga perlu bersinergi,” kata Amithya.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Kedungkandang ini juga mengaku, sebagai perwakilan masyarakat dirinya pun terus membuka ruang diskusi dan siap menampung segala macam aspirasi untuk kemajuan Kota Malang.

“Karena suara-suara dari masyarakat itu yang perlu kita perjuangkan dan kita tuangkan ke dalam kebijakan anggaran. Yang kita tuangkan lagi menjadi kebijakan-kebijakan program dari pemerintah daerah itu sendiri,” jelas putri dari Politisi Senior PDI Perjuangan (Yayuk).

Menurutnya, harus lebih sering lagi dibuka ruang-ruang diskusi publik yang mempertemukan antara pejabat ekskutif, legislatif dengan masyarakat luas. Hal itu berguna untuk memberikan masukan terhadap pembangunan Kota Malang.

Abd Rohman, dosen FISIP Unitri Malang yang juga menjadi narasumber di acara tersebut menambahkan bahwa masyarakat Kota Malang harus cerdas berdigital.

“Di medsos kita harusnya berkomentar dengan bijaksana yang sifatnya membangun. Kita berupaya menjaga kualitas SDM yang bisa meningkatkan ekonomi, agar ada kebijakan yang mendorong SDM lebih cerdas berdigital,” tegasnya.

Terakhir, CEO Hasta Group M Anas Muttaqin juga menyambut kegiatan diskusi kolaboratif ini dengan baik. Ia berharap kehadiran para aktivis mahasiswa dan pemuda di Kota Malang terus mengisi dan mengawal pembangunan SDM Kota Malang.

“Ide dan sumbangsih pemikiran kritis dari pemuda yang menjadikan Kota Malang ini semakin sehat,” tegasnya.

Dalam penyampaian diskusinya, selain mengapresiasi kinerja Pemkot Malang dalam membangun infrastruktur, Anas juga mengritisi pemasangan lampu hias di kawasan pedestrian Jalan Basuki Rahmat atau Kajoetangan Heritage, Kecamatan Klojen Kota Malang.

Menurut Muhammad Anas Muttaqin, pemasangan lampu hias dengan suasana khas ala Jogjakarta itu dinilai menghilangkan ciri Kota Malang.

“Sangat disayangkan sekali kalau pemasangan lampu tersebut malah menjauhkan dari ciri khas Kota Malang. Padahal ada banyak sekali budaya dan seni khas yang bisa ditonjolkan disini,” kata Anas pada Jum’at(4/2/22).

Ia menjelaskan, meniru gaya Jogjakarta bukanlah jalan keluar dalam menarik wisatawan baik asing dan nusantara untuk berkunjung ke Kota Malang. Apalagi, pemasangan lampu tersebut menelan dana miliaran rupiah,” tutupnya.(Djoko Winahyu)

Bagikan :

Disarankan

Terpopuler

Terbaru

Regional

Pilihan

Informasi