Sedikit Lagi, Diskominfo Kota Malang Siap Wujudkan Satu Data

Politikamalang
Diskominfo Kota Malang segera realisasikan satu data. (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Politikamalang – Kota Malang, Walikota Malang, Sutiaji, melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menghendaki adanya kemudahan akses data informasi secara umum bagi masyarakat terkait pelayanan publik melalui dashboard digital.

“Biar memudahkan publik untuk mengakses informasi yang dibutuhkannya. Misal, data kependudukan digunakan untuk kepentingan pendidikan (daftar sekolah) atau kesehatan untuk pendaftaran BPJS maupun lainnya,” terangnya, saat menghadiri acara Publikasi Data Statistik Sektoral Kota Malang, di Hotel Savana, Rabu (9/3/2022).

Ia menambahkan, data-data yang sifatnya secara umum masyarakat langsung bisa mengaksesnya melalui dashboard digital di androidnya. Mulai pendidikan, kesehatan, kependudukan, pembangunan fisik di LPSE.

Walikota Malang (Sutiaji) hadiri kegiatan Diskominfo Kota Malang. (Foto: Ist/politikamalang)

“Namun demikian, data ini tidaklah statistik dan masih butuh penyempurnaan,” tambah Sutiaji.

Melalui satu data, harapannya bisa diakses ke bentuk pelayanan lainnya tanpa harus mengurus baru lagi. Satu data yang dibutuhkan mesti ada keterbukaan dari OPD, dan mesti menjauhkan dari ego sektoral mengakuisisi itu adalah datanya.

“Selain untuk kepentingan publik. Satu data bisa diakses ke pelayanan lainnya, termasuk untuk menguatkan atau menangkal berita hoax berkaitan data-data statis,”

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang, M. Nurwidianto menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi forum bersama dengan dinas kominfo provinsi jatim, terinformasikan bahwa untuk kota Malang menduduki peringkat pertama berkaitan dengan penghimpunan data.

Namun demikian, Wiwid sapaan akrabnya, menekankan agar prestasi tersebut tidak membuat terlena. Pasalnya meskipun kota Malang menduduki peringkat pertama dalam rapor pengimputan data, tapi secara prosentase Kota Malang masih belum menggapai angka 100 persen.

“Jadi masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan bersama,” tuturnya.

Disebutkan Wiwid, capaian kinerja Kota Malang saat ini sudah melebihi batas dari 58 persen yakni berhasil meraih 80 persen untuk capaian himpun data dari pusat. Karena itu ia bermaksud mempercepat capaiannya yakni 100 persen dengan melibatkan masyarakat sekaligus menghimpun data dari segenap OPD.

Lebih lanjut menurut Wiwid, data ini akan memberikan manfaat apabila diletakkan pada dua prinsip yakni data harus bersifat dinamis. Bahwa data ini memiliki nyawa dan berkembang sehingga harus selalu diperhatikan dan cermati atas adanya perubahan-perubahan data tersebut.

Kemudian prinsip ke dua bahwa data ini akan bermanfaat apabila mampu berpegang pada prinsip fungsional. Sebaik apapun data, apabila tidak terfungsionalkan akan percuma.

“Harapan kami, kepada para peserta saya minta secara bersama berangkat dari prinsip kolaborasi, akselerasi kita jadikan data yang ada menjadi data yang fungsional,” pungkasnya. (Agus N)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: