Survei Provinsi Jawa Timur, Poltracking Indonesia: Peta Elektoral Pilkada Dan Pilpres 2024 Di Jawa Timur

Politikamalang
Rilis Survei Provinsi Jawa Timur. (Foto: Ist/Poltracking)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Politikamalang – Jawa Timur, Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei di Jawa Timur pada 16-22 Mei 2022 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1000 responden dengan margin of error (MoE) +/- 3.2% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel survei ini menjangkau 38 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa Timur secara proporsional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka. Data setiap responden diverifikasi dengan ketat melalui perangkat teknologi komunikasi terbaru untuk menjamin kualitas dan kredibilitas hasil survei.

Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur elektabilitas figur kuat dalam kandidasi Pilpres dan Pilkada 2024 di Jawa Timur. Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut:

Pertama, publik Jawa Timur yang puas dengan kinerja pemerintahan Gubernur Khofifah Indar ParawansaWakil Gubernur Emil Elestianto Dardak sebanyak 56.4%, sedangkan yang tidak puas ada 16.0%. Pada kinerja personal, sebanyak 59.2% publik puas terhadap kinerja Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur dan sebanyak 60.3% publik puas terhadap kinerja Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur.

Kedua, dalam simulasi 15 nama calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memperoleh elektabilitas sebesar 39.8% dan Tri Rismaharini 19.5%, menjadi dua kandidat calon gubernur yang memiliki angka elektabilitas di atas 10%. Kandidat lain tidak ada yang memiliki elektabilitas di atas 10%.

Ketiga, dalam simulasi 15 nama calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memperoleh elektabilitas sebesar 28.0% dan Ery Cahyadi 13.2%, menjadi dua kandidat calon wakil gubernur yang memiliki angka elektabilitas di atas 10%. Kandidat lain tidak ada yang memiliki elektabilitas di atas 10%.

Hasil survei Poltracking Indonesia terhadap Calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024. (Foto: Ist/Poltracking)

Keempat, dalam simulasi surat suara 10 nama calon presiden 2024, angka elektabilitas dari setiap kandidat yaitu Ganjar Pranowo (32.3%), Prabowo Subianto (15.9%), Anies Baswedan (12.8%), Khofifah Indar Parawansa (7.5%), Erick Thohir (6.1%), Agus Harimurti Yudhoyono (4.9%), Sandiaga Salahuddin Uno (2.0%), Airlangga Hartarto (1.6%), Ridwan Kamil (0.9%) dan Puan Maharani (0.5%).

Kelima, dalam simulasi 9 nama calon wakil presiden 2024, angka elektabilitas dari setiap kandidat yaitu Khofifah Indar Parawansa (17.9%), Erick Thohir (17.2%), Agus Harimurti Yudhoyono (9.0%), Sandiaga Salahuddin Uno (6.4%), Mahfud MD (6.1%), Puan Maharani (6.0%), Muhaimin Iskandar (3.6%), Tri Rismaharini (3.5%), dan Ridwan Kamil (3.4%).

Keenam, pada elektabilitas partai politik, PDIP & PKB bersaing kompetitif di Jawa Timur dengan elektabilitas PDIP sebesar 15.0% & PKB sebesar 14.1% dalam simulasi 16 partai politik peserta Pemilu 2019, diikuti dengan Partai Gerindra (9.8%), Partai Golkar (9.0%), Partai Nasdem (8.6%), Partai Demokrat (7.6%), PAN (4.5%), PPP (4.0%), dan PKS (2.0%). Elektabilitas partai lain berada di bawah 2%. Meskipun demikian, angka elektabilitas ini adalah potret potensi suara partai (party votes) yang berpotensi berubah dan cenderung naik karena kontribusi suara terhadap calon anggota legislatif (personal votes) dari masing-masing partai.

Hasil survei elektabilitas Partai Politik di Jawa Timur. (Foto: Ist/poltracking)

Ketujuh, berdasarkan temuan survei ini, Khofifah Indar Parawansa menjadi kandidat terkuat sebagai Gubernur Jawa Timur. Pada calon wakil gubernur, Emil Elestianto Dardak menjadi figur terkuat sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Pada calon presiden, tiga figur kuat calon presiden dengan angka elektabilitas di atas 10%, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. Pada figur calon wakil presiden, terdapat dua figur kuat calon wakil presiden yang selalu konsisten berada di dua besar elektabilitas dengan angka di atas 10%, yaitu Erick Thohir & Khofifah Indar Parawansa. Mengingat pelaksanaan Pilkada dan Pilpres masih cukup jauh hingga 2024, sangat mungkin terjadi berbagai dinamika, peristiwa, dan momentum politik yang berpotensi mengubah peta politik elektoral Jawa Timur ke depan. (Faiz)

*Press Release : Hasil Survei Provinsi Jawa Timur – Poltracking Indonesia

**Narahubung : 081935177436 / 085726484916

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: