Walikota Malang Paparkan Peluang Pasar Produk Halal

Politikamalang
Walikota Malang Paparkan Peluang Pasar Produk Halal. (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Politikamalang – Kota Malang, Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, isu global berkaitan dengan produk halal kedepannya akan menjadi pasar yang luar biasa. Karena itu diharapkan Indonesia juga dapat mengambil kontribusi, termasuk juga Malang diharapkan dapat mengambil peran itu.

“Jadi jangan ada kekhwatiran bahwa Malang Halal itu tidak akan menjadikan kota Malang menjadi Malang yang syar’i. Justru ini adalah pasar. Kalau pasar menghendaki itu harus kita layani,” tuturnya usai menghadiri seminar nasional bertajuk Literasi Jaminan Produk Halal dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Pariwisata Halal Indonesia di Universitas Negeri Malang (UM), selasa (8/3/2022).

Jadi Halal ini, lanjut Sutiaji, tidak ada sama sekali masalah sentimen agama. Apalagi mengarahkan Malang kepada perda syariah, itu tidak mungkin.

“Apalagi di misi yang ketiga sudah jelas bahwa kita berkomitmen bagaimana agar Malang ini bisa menguatkan menjadi kota toleran dimana ada keberagaman suku dan agama,” tekannya.

Sutiaji menambahkan, Malang Center of Tourism sendiri sebenarnya telah digarap Pemerintah Kota Malang sejak 2017 silam, dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Perguruan Tinggi untuk memberikan dampingan kepada para pelaku pariwisata. Dan terus dikuatkan hingga saat ini.

“Capaian sertifikasi halal tahun 2020, terdapat 9 hotel, 1 rumah potong hewan, serta 72 restoran dan UMKM. Yang lainnya sedang dalam proses,” ungkapnya.

Senada, salah satu akademisi FEB Universitas Negeri Malang (UM), Dr Puji Handayati SE.MM.Ak.CA.CMA, menyampaikan bahwa saat ini mungkin ada sebagian masyarakat yang memberikan definisi sempit terkait halal. Padahal secara harfiah, halal itu berarti boleh. Jadi halal itu sesuatu yang dibolehkan.

“Jadi bukan berarti ketika kita berbicara halal kemudian berbicara tentang bahwa pemerintahan ini akan dioperasikan menjadi syariat Islam, tidak seperti itu,” ungkapnya.

Halal itu lanjut Puji merupakan sebuah kebutuhan sebagai muslim, sehingga ketika mau melakukan sesuatu, tidak ragu.

“Dengan sudah adanya brand halal, ada sertifikasi halal, itu sangat memberikan penjelasan bahwa produk mereka sudah tersertifikasi halal, sehingga kita makan itu nyaman,” tandasnya. (Agus N)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: