Road Show Jawa Timur, Ketum PAN Apresiasi Kemajuan UMKM kota Malang

Politikamalang
Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan apresiasi kemajuan UMKM di Kota Malang. (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

PolitikamalangKota Malang, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melakukan Road Show ke beberapa daerah di Jawa Timur. Salah satunya mengunjungi kota Malang sekaligus melakukan pertemuan dengan Walikota Malang, Sutiaji, Sabtu (19/3/2022).

Disampaikan Zulkifli Hasan, kehadirannya di rumah dinas Walikota Malang sebagai bentuk silaturahmi.

Menurutnya Kota Malang semakin maju dengan ekonomi kreatif berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (IMKM). Dirinya mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada tahun sebelumnya mencapai 4,3 persen.

“Tentu kita bahagia karena anak-anak muda kita ternyata kreatif dan mampu mewujudkan kreativitas dengan baik, sehingga kota Malang dapat tumbuh.

Lebih lanjut, Ketua DPD PAN Kota Malang, Lookh Mahfudz menuturkan, kehadiran Ketua Umum PAN di Kota Malang merupakan rangkaian road show di Jawa Timur untuk memanasi mesin partai PAN jelang Pemilu 2024. Sebab Pemkot Malang melalui kepemimpinan Sutiaji mempunyai potensi luar biasa kedepan.

“Pertumbuhan ekonomi kota Malang diatas rata-rata, ini yang membuat ketum PAN tertarik untuk datang ke Kota Malang. Ada apa dengan Malang dengan ekonomi kreatifnya, ada NCC yang sempat ditolak tapi dengan waktu yang tepat akan menjawab persoalan-persoalan kedepan dimana Kota Malang akan menjadi Icon inspiratif kota kreatif. Kota yang menampung anak-anak muda kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, disampaikan Walikota Malang, Sutiaji, saat ini APBN konsentrasinya sampai tahun 2022 keberpihakan terhadap ekonomi mikro sangat luar biasa. Bahkan tidak kurang dari Rp 300 triliun digerojokkan untuk UMKM.

“Belum lagi APBN dan APBD kota kabupaten dan provinsi itu wajib hukumnya mengakomodir dan mewajibkan minimal 40 persen harus memakai UMKM. Itu artinya mulai ada kesadaran dari kebijakan negara bahwa UMKM adalah penggerak ekonomi yang tangguh, bahkan pada saat kondisi pandemi,” ungkapnya.

Disinggung terkait pertemuannya dengan Ketum PAN, Zukifli Hasan, Sutiaji mengaku memang ada pembicaraan politik. Namun bukan pembicaraan yang sifatnya transaksional.

“Kalau orang politik bertemu, pasti ada bincang politik. Tapi bukan politik yang sifatnya transaksional, tapi politik ideologis bukan politik identitas,” tuturnya.

“Politik ideologis yaitu politik yang mengedepankan bahwa negara dibangun berdasarkan dari rakyat untuk rakyat. Sehingga kepala daerah harus tau tugasnya apa dan harus melakukan apa demi kepentingan masyarakat,” tandasnya. (Agus N)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: