World Quran Hour, Ajang Membumikan Al-Quran di Dunia

Politikamalang
Suasana pelaksanaan kegiatan World Quran Hour. (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

PolitikamalangKota Malang, Event tahunan World Quran Hour (WQH) yang rutin diselenggarakan setiap tanggal 24 Ramadhan kembali diadakan. Pada tahun ini jatuh pada tanggal 26 April 2022.

Jika tahun lalu diambil surat Al Mulk sebagai surat yang ditadzaburi, maka tahun ini dipilih surat As-Sajdah sebagai wujud sujud makhluk kepada Rabbnya pasca pandemi dunia Covid-19.

WQH sendiri sebenarnya diinisiasi oleh Malaysia dan berkembang ke seluruh dunia. Di Indonesia, event ini dihandel Amazing Academy yang merupakan cikal bakal Amazing Ummah Global.

CEO Amazing Ummah Global, Dyana mengatakan, tujuan diadakannya WQH tidak lain adalah untuk membumikan Al Quran di dunia. Karena di Indonesia saja ada 65 persen penduduk yang beragama Islam tapi tidak bisa baca Al Quran.

Penyerahan waqf Al Qur’an kepada peserta. (Foto:Ist/politikamalang)

“Jadi salah satu cara untuk mencari ridho Allah dan rahmat Allah di bulan Ramadhan utamanya, adalah dengan membaca Al-Quran. Sasarannya semua orang yang mencintai Al Quran. Baik itu guru ngaji, penghafal Al-Quran dan semua masyarakat muslim khususnya,” ucapnya di PPTQA An Nurul Munzal, Selasa (26/4/2022).

Dyana menargetkan ada seribu masyarakat yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu, dalam acara WQH juga dilakukan pemberian wakaf 500 Al-Quran kepada 500 peserta yang datang.

“Harapannya agar masyarakat yang belum bisa membaca Al-Quran mau belajar dan yang sudah bisa membaca mau mengajarkannya ke yang lain. Jadi harapannya mereka bisa cinta Al-Quran,” tuturnya.

Senada, pengasuh PPTQA An Nurul Munzal, Muhammad Badrus Sabidin Mahmudi mengatakan, tujuan dari kegiatan MQH agar masyarakat semakin cinta dengan Al-Qur’an, mau membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.

“Hari ini kita ambil contoh kecil surat As-Sajdah. Apa itu As-Sajdah, surat ke berapa. Setelah itu baru dikaji maknanya dan maksudnya apa. Ilmu apa yang bisa diambil,” tuturnya.

Bagi yang belum lancar, bisa menjadi lancar. Bagi yang sudah lancar membaca bisa paham maknanya, Bagi yang sudah paham maknanya, bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga harapannya dengan satu surat saja sudah kayak gini. Bagaimana kalau seluruh surat bisa mereka pahami, begitu indahnya,” tandasnya. (Agus N)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: