Berbekal Istikharah dan Doa Orang Tua, Dekan FTP Melaju di Pilrek UB

Politikamalang
Dekan FTP yang melaju di pilrek UB. (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

PolitikamalangKota Malang, Bermodal hasil istikharah dan doa dari ke dua orang tua, Dekan Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Imam Santosa, MP memantapkan diri melaju dalam Pemilihan Rektor UB.

Diakui Imam, sebenarnya ia tidak pernah berpikir akan melaju dikancah pemilihan Rektor UB. Apalagi dirinya sudah merasa sangat bersyukur atas semua capaian yang ia peroleh selama ini.

“Jujur saya sampaikan bahwa saya sudah merasa cukup dengan kondisi sekarang. Alhamdulillah saya sudah profesor, sudah jadi dekan, sudah cukup untuk membangun reputasi,” ungkapnya.

Namun, karena Rektor yang sekarang dan semua wakil rektornya tidak dapat mencalonkan lagi karena persyaratan faktor usia. Maka nama-nama dekan kemudian dimunculkan untuk menjadi calon Rektor, termasuk namanya.

“Memang ketika Pak Rektor dan Wareknya karena faktor usia tidak dapat mencalonkan lagi, maka kemudian jatuh ke teman-teman dekan yang sudah memiliki pengalaman dalam tata kelola, termasuk nama saya,” sebutnya.

Dari situ Imam kemudian pulang ke rumah untuk meminta doa kepada orangtua sekaligus minta di istikharahkan. Jika dari hasil Istikharah ke dua orang tuanya menyatakan tidak usah maju, maka ia tidak akan maju karena Imam sudah sangat menikmati hidup seperti sekarang. Tapi ternyata hasil dari Istikharah Bapak dan Ibu dan keluarga besar lainnya, meminta Imam untuk melanjutkan maju mencalonkan diri menjadi Rektor UB.

“Jadi modal saya yang utama bukan karena prestasi FTP, bukan karena dukungan dari teman-teman, justru yang esensi itu benarkah kalau saya nyalon itu menjadi bagian dari skenario Allah untuk saya dan untuk UB,” tuturnya.

“Tapi karena hasil Istikharahnya begitu, maka tidak ada pilihan lagi, Bismillah. Tinggal berdoa dan niatnya diluruskan hanya karena Allah. Ini yang membulatkan saya untuk mencalonkan diri menjadi rektor UB,” tandasnya.

Sementara itu diceritakan pria asli Madura ini bahwa dirinya lahir dan besar di Pamekasan. Imam menempuh pendidikan SD-SMA di Pamekasan.

Selepas SMA, Imam melanjutkan jenjang pendidikan S1 dan S2 di UB serta S3 di IPB.

Imam mengawali karir birokrasi sebagai pembantu Dekan 3, tahun 2007-2011. Setelah itu ia diminta pembantu rektor menjadi staf ahli pembantu rektor 3. Selesai periode itu, ia kembali ke fakultas menjadi wakil dekan 2, tahun 2015-2019. Setelah itu baru menjadi dekan FTP hingga sekarang.

“Alhamdulillah Allah memberikan jalan berkarir di birokrasi kampus ini. Sehingga bisa menjadi bekal yang memadai bagi saya untuk mencalonkan diri menjadi Rektor UB,” pungkasnya. (Agus N)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: