862 Usulan Masuk Musrenbang Lowokwaru

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Politikamalang – Malang, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tahun 2023 masih berlanjut.

Kamis (10/2/2022), Kecamatan Lowokwaru berkesempatan menggelar kegiatan tersebut.

Tercatat, rekap usulan dari Kecamatan Lowokwaru mencapai 862 usulan.

Dengan rincian 63% merupakan usulan program fisik dan 37% usulan program non fisik.

“Ada banyak usulan, tapi kita buatkan skala prioritas. Prioritas menjadi sebuah keniscayaan. Utamakan yang berdampak luas, terintegrasi dan selaras dengan agenda daerah,” jelas Walikota Sutiaji yang hadir secara virtual dalam musrenbang tersebut.

Dipaparkan oleh Sutiaji, nantinya usulan-usulan Musrenbang yang tidak dapat terakomodir APBD Kota Malang akan dialihkan ke Musrenbang TSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, red).

“Nantinya usulan-usulan yang tidak diakomodir, yang tidak bisa dibangun oleh APBD, itu tetap ada ruang. Yaitu lewat Musrenbang TSP. Ini sudah berjalan dengan bagus,” ungkap Sutiaji.

Sementara itu, Camat Lowokwaru, Joao Maria Gomes De Carvalho, SIP., menjelaskan bahwa beberapa permasalahan yang masih meghiasi Lowokwaru antara lain banjir, perekonomian utamanya penguatan UMKM, serta kemacetan.

Menanggapi itu, Sutiaji menyebutkan tengah berkolaborasi dengan salah satu universitas di Kota Malang terkait kajian penambahan underpass guna mengurai kemacetan kota.

Dan menambah infrastruktur berupa jembatan.

“Dan ini yang sudah dilaksanakan di 2021, termasuk di Lowokwaru, kami bangun Jembatan Tlogomas,” ungkap Sutiaji.

Sementara, terkait penguatan UMKM, pemulihan ekonomi pasca pandemi serta pemantapan industri kreatif masyarakat dan kemandirian sosial ekonomi telah menjadi salah satu arah kebijakan di tahun 2023.

“Saya sering sampaikan ke Camat, Lurah, jika ada kegiatan, mamin (makan dan minum, red) bisa cari dari UMKM masyarakat. Karena uang yang kita belanjakan ini berasal dari rakyat, maka kita kembalikan lagi ke rakyat,” ungkapnya.

Terakhir, Sutiaji mengapresiasi masyarakat Lowokwaru yang semakin terliterasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, literasi yang baik ini akan memajukan masyarakat setempat.

“Hampir mayoritas perguruan tinggi ada di Lowokwaru. Untuk itu kita kuatkan bersama-sama. Mudah-mudahan masyarakat Lowokwaru semakin terliterasi terkait pemberdayaan apapun itu. Ini modal membangun literasi dan mensyiarkan kebaikan di era digital,” kata Sutiaji.

Selain Wali Kota dan Camat, Musrenbang Lowokwaru dihadiri Ketua DPRD, jajaran SKPD, Danramil Lowokwaru Kapten Arm Hadi SP, Kapolsek, kelurahan, PKK, LPMK dan laskar perencana.(yds)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: