Tolak Wacana Penundaan Pemilu, BEM Malang Raya Gelar Unjuk Rasa

Politikamalang
Gelar aksi damai, aliansi BEM Malang Raya menyuarakan penolakan penundaan Pemilu. (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

PolitikamalangKota Malang, Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya menggelar aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD Kota Malang. Berbagai aspirasi mereka suarakan terkait banyak permasalahan yang sekarang muncul di tengah masyarakat.

Dalam aksi tersebut orasai disampaikan secara bergantian. Mereka menyesalkan adanya wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden yang kembali mencuat dalam situasi Perekonomian Indonesia yang masih belum stabil Ditengah situasi Pandemi Covid-19.

Menurut mereka, wacana penundaan Pemilu yang kian lama kian bergulir memicu problematik. Sebab tidak memiliki landasan argumentasi konstitusional yang kuat, Argumen yang disampaikan lebih kepada kepentingan politik praktis dan ekonomi jangka pendek saja.

Aksi damai yang di ikuti seluruh BEM di Malang Raya. (Foto: Ist/politikamalang)

“Menurut kami penundaan Pemilu serta perpanjangan masa jabatan Presiden jelas bukan merupakan solusi terhadap sekian banyak persoalan yang sedang di hadapi masyarakat. Melainkan justru menambah persoalan baru,” ujar salah satu orator, Selasa (12/4/2022).

Koordinator BEM Malang Raya Zulkifli Nurfadilah menyatakan ada 25 tuntutan yang dibawa BEM Malang Raya dalam aksi itu, diantaranya, menolak keras adanya wacana perpanjangan masa Jabatan Presiden dan penundaan Pemilu.

“Kami juga menuntut Pemerintah untuk segera menurunkan harga minyak goreng serta menuntut Pemerintah menurunkan harga BBM jenis Pertamax,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah turut menemui massa aksi.

Dalam pertemuan tersebut Made berjanji akan menerima semua aspirasi dari BEM-Malang Raya. Sebab menurutnya, jika sampai mahasiswa turun ke jalan, berarti pasti ada yang tidak beres yang harus dicari solusi dan penyelesaiannya.

“Terimakasih sudah tertib dalam melaksanakan aksi. Sebagai Ketua DPRD Kota Malang akan menyerap segala aspirsi dari rekan mahasiswa. Mengenai Pemilu yang digadang-gadang akan ada penundaan sekali lagi saya tegaskan bahwa itu semua tidak benar, Pemilu 2024 tetap akan terlaksana sesuai dengan instruksi Presiden RI,” tandasnya.

Sedangkan terkait BBM, nantinya dewan akan mencari solusi secara bersama. Kemudian mengenai PPN, bukan hanya Indonesia yang mengalami kenaikan, melainkan juga seluruh dunia merasakan dampaknya.

“Mari bersama-sama mengawasi jalannya Pemerintahan ini. Kita ciptakan kondisi yang kondusif dan nyaman kepada rekan-rekan dan juga kepada warga masyarakat Kota Malang,” tandasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0833/Kota Malang, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, S.H, M. mengaku mengapresiasi aksi yang dilakukan mahasiswa melalui BEM Malang Raya dilakukan secara tertib.

“Meskipun aksi dilakukan oleh banyak orang. Alhamdulillah aksi dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” ucapnya. (Agus N)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: