Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Khofifah Dorong Pengembangan Turots, Perkuat Posisi Indonesia Dalam Peradaban Islam Dunia

Momen peresmian Pameran dan Klinik Turots di rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. (Ist.)

Share

JOMBANG, POLITIKAMALANG.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan turots atau warisan intelektual ulama sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia, khususnya Jawa Timur, dalam perkembangan peradaban Islam dunia.

Hal itu disampaikan Khofifah saat membuka Pameran “Turots di Muktamar” dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).

Khofifah menilai turots tidak sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat dikaji dan dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman.

“Pengembangan turots ini akan mempercepat Asia Tenggara, khususnya Indonesia, untuk menjadi pusat keislaman dunia,” ujar Khofifah.

Pameran dan Klinik Turots dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (Ist.)

Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal besar untuk mengembangkan khazanah keislaman Nusantara melalui pesantren, ulama, lembaga pendidikan Islam, dan tradisi keilmuan yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Sementara itu, Ketua Nahdlatut Turots Lora Ustman Hasan menyebut lebih dari 2.000 naskah telah didigitalisasi dalam lima tahun terakhir.

Sedikitnya 60 pesantren juga telah terlibat dalam gerakan penyelamatan dan pemuliaan turots.

Pameran tersebut menampilkan manuskrip kuno, kitab, karya ulama Nusantara, dokumentasi perjalanan NU, hingga jejak diaspora ulama.

Pameran dibuka untuk masyarakat umum secara gratis selama rangkaian Muktamar ke-35 NU, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

Selain pameran, kegiatan juga dilengkapi Klinik Turots, daurah tahqiq, musyawarah pegiat turots, ijazahan sanad keilmuan, serta seminar internasional.