Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Wisuda ke-75 Polinema Lantik 937 Wisudawan, Direktur: Lulusan Harus Adaptif Hadapi AI

Wisuda ke-75 Polinema Lantik 937 Wisudawan. (Foto: MF)

Share

Politikamalang.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) melantik 937 wisudawan pada Wisuda ke-75 Tahap III Tahun 2026 yang digelar di Kampus Utama, Sabtu (31/10/2026).

Pelantikan wisuda kali ini mencakup 27 program studi jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma dari Kampus Utama dan PSDKU Kediri.

Gelaran wisuda ke-75 mengusung tema resmi: “LULUSAN POLINEMA SIAP MENGHADAPI DINAMIKA PERUBAHAN DUNIA KERJA”.

Direktur Polinema Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa lulusan tahun ini berasal dari kombinasi program yang beragam, mulai dari jalur diploma, sarjana terapan, jalur beasiswa, hingga jalur kerja sama dengan industri.

Direktur Polinema Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., dalam sesi wawancara dengan awak media. (Foto: MF)

Menurutnya, keberagaman program tersebut menjadi nilai positif karena memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk memilih program sesuai minat dan kebutuhan industri.

“Ini menjadi modal buat mereka untuk nanti setelah lulus siap memasuki dunia kerja atau dunia wirausaha,” ujar Supriatna.

Wisuda kali ini memiliki nuansa khusus karena berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Polinema mengisi acara dengan pembacaan Teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan alumni.

Supriatna menegaskan, ada dua penekanan utama pada momen Sumpah Pemuda. Pertama, mengingatkan bahwa pemuda adalah harapan bangsa, sehingga lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi dan mengabdi kepada masyarakat.

Kedua, di era yang penuh ketidakpastian, generasi muda diharapkan mampu menjadi penjaga kondusivitas, kerukunan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Era ke depan ini kan era yang tidak bisa ditebak. Berbagai macam tantangan akan kita temukan. Kita harapkan pemuda ini juga bisa menjadi salah satu yang ikut menjaga kondusivitas dan kerukunan,” jelasnya.

Supriatna juga menekankan poin penting mengenai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

Merujuk laporan Deloitte Global Human Capital Trends 2026 dijelaskan, perubahan terbesar dunia kerja saat ini terjadi pada pekerjaan itu sendiri (49%), keterampilan yang dibutuhkan (39%), dan penggunaan AI (37%).

Perubahan teknologi AI ini kan bukan semakin lambat, semakin cepat. Apa yang dulu tidak kita bayangkan saat ini sudah bisa kita lihat fenomenanya luar biasa. Perubahan ini tidak bisa kita hindari dan tidak bisa dihentikan.

“Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mengadaptasi teknologi itu sehingga kita tidak terpisah, tapi bisa memanfaatkan untuk kesejahteraan. Sama dengan bom atom, mau digunakan untuk kebaikan atau kejahatan tergantung kita. Kita berharap lulusan kita memanfaatkan untuk kebermanfaatan, bukan untuk kerusakan,” tegasnya.

Untuk itu, Polinema telah menyiapkan lima strategi: pembaruan kurikulum berbasis industri, penguatan kuliah praktik dan magang industri wajib, digitalisasi pembelajaran melalui LMS dan PJJ, pelibatan industri sebagai dosen praktisi, hingga penerapan Outcome Based Education (OBE).

Di akhir sambutannya, Supriatna juga mengumumkan prestasi terbaru Polinema yang meraih Mandaya Award 2026 Juara I Kategori Perguruan Tinggi Negeri dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI sebagai Kampus Berdampak yang memberdayakan masyarakat.