Kodim 0833, Sosialisasi Rekrutmen Penerimaan Calon TNI AD Melalui Jalur Lintas Agama

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Politikamalang – Malang, Kodim 0833/Kota Malang gencar melaksanakan sosialisasi rekrutmen penerimaan prajurit TNI AD di beberapa MA yang ada di Kota Malang.

Pelaksanaan sosialisasi rekrutmen penerimaan parajurit TNI AD khusus jalur lintas agama berjalan secara kontinyu.

Ini untuk memastikan para siswa SMA di Kota Malang memiliki pemahaman bernegara dalam tatanan NKRI.

Contohnya, sosialisasi di MA Yayasan Hidayatul Muhtadi’in Jalan KH Yusuf RT 01 RW 05 Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Selasa (18/1/22), Kodim 0833 melaksanakan sosialisasi pendaftaran calon bintara (caba) PK santri dan lintas agama di MA yayasan Hidayatul Mubtadi’in.

Siswa-siswi dan guru MA tersebut hadir dalam sosialisasi dari Kodim 0833, Selasa (18/1/22).

Dandim 0833/Kota Malang melalui Pasipers Kodim 0833 Kapten Kav Sumaryono mengabarkan, sosialisasi rekrutmen calon prajurit TNI/AD ini penting bagi generasi penerus bangsa.

Dalam sosialisasi, Sumaryono memberikan pemahaman mendasar tentang bernegara. Dia pun sekaligus bertindak sebagai narasumber pemateri.

Rekrutmen calon prajurit TNI AD melalui jalur Khusus Lintas Agama merupakan salah satu program Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurrahman.

“Alasan beliau merekrut santri dan Lintas Agama menjadi prajurit TNI karena mereka sudah terdidik baik dari segi moral maupun akhlaknya,” jelasnya.

Sumaryono menyampaikan, rekrutmen penerimaan calon TNI AD melalui jalur lintas agama ini baru pertama kali tergelar.

Ini merupakan program baru dari Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurahman.

Dalam merekrut calon prajurit TNI AD Bintara lewat jalur khusus santri dan Lintas Agama, para siswa tentunya harus memenuhi persyaratan.

“Adapun hal penting adanya persyaratan umum yaitu WNI. Setia kepada NKRI. Usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun,” katanya.

Kemudian, siswa lintas agama ini tidak boleh memiliki catatan kriminalitas, sehat jasmani dan rohani.

Selain itu, mereka harus lulus persyaratan Khusus Lintas Agama.

“Seperti uji kompetensi dalam keagamaannya masing-masing serta plus dengan adanya persyaratan lainnya,” paparnya.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kepala MA Sugeng, Spd.

Kemudian, Kepala MTs Zaerozi, SAg. Hadir pula Babinsa Tasikmadu Serka Suhadi dan para guru MA Hidayatul Muhtadin. (Djoko Winahyu)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: