BADKO HMI Jawa Timur: Mengganggu Kinerja Jokowi, Copot Menteri Perdagangan RI!

Politikamalang
Ibnu Setyawan Wasekum Bidang Otoda BADKO HMI Jawa Timur soroti kinerja Mentri Perdagangan RI (Foto: Ist/politikamalang)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

PolitikamalangJawa Timur, Wakil Sekertaris Umum Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan BADKO HMI Jawa Timur Ibnu Styawan menyoroti beberapa fenomena yang terjadi akan langkanya minyak goreng di pasar serta tingginya jumlah permintaan akan bahan tesebut. Dalam hal ini tingginya tingkat permintaan tentunya tidak lepas dari beberapa peran pemerintah daerah atau pun dari mentri yang memiliki kebijakan khusus untuk mengatur harga serta menyikapi akan kelangkaan bahan kebutuhan pokok tersebut.

“Ada beberapa idikasi perihal kenaikan harga minyak goreng dan kelangkaan ini karena pemerintah sudah mencabut beberapa peratuan seperti harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng sawit dalam kemasan ini lah yang membuat beberapa harga miyak goreng di pasar melonjak sangat tinggi” ucap ibnu styawan 22/3/2022 yang kerap di sapa ibnu tersebut.

Pernyataan tersebut sesuai dengan realitas yang terjadi pada publik hari ini, harga minyak goreng yang melonjak tinggi tidak di sikapi dengan serius oleh pemerintah pusat maupun daerah, tehitung pada awal tahun 19 januari 2022 lalu. Ini tentu menjadi kekhawatiran ketika Kementrian Perdagangan (Kemendag) tidak baik dalam penangan kisruh minyak goreng yang sangat meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Kemendag menekan harga minyak menjadi Rp 14.000,00 per liter mengakibatkan kelangkaan minyak goreng di pasar.

Jakarta, Kamis (17/3/2022) Muhammad Lutfi mengeluarkan pernyataan mengenai adanya mafia minyak yang seolah-olah itu tidak bisa ditangani oleh pemerintah. Hal ini justru mencederai hati masyarakat dimana pemerintah dalam hal ini Kemendag tidak memberikan solusi yang baik dan malah kalah dengan mafia tersebut. Padahal masalah ini sudah cukup menyusahkan masyarakat. Bahkan kerap dijumpai antrean masyarakat yang membeli minyak goreng hingga jatuh banyak korban.

“Kebijakan selanjutnya yang dibuat oleh Kemendag yaitu dengan mensubsidi minyak goreng curah notabenenya tidak baik bagi kesehatan dan hanya melewati satu kali penyaringan. Kualitas minyak goreng curah yang jelas jauh dari minyak goreng premium bisa menjadi sumber penyakit. Subsidi minyak goreng yang jelas membahayakan kesehatan masyarakat jelas menggambarkan bahwa kemendag kehilangan akal dalam mengontrol harga serta pasokan minyak goreng sehingga mengorbankan masyarakat” ujar ibnu Selasa 22/3/2022

Terahir Ibnu Menyampaikan “Melihat kinerja dari Muhammad Lutfi maka sangat tidak relevan ketika masih dipertahankan menjadi Mentri Perdagangan, ketidak mampuannya dalam mengatasi masalah minyak goreng yang berlarut-larut serta tidak ada kebijakan yang solutif menunjukkan bahwa Muhammad Lutfi perlu beristrahat atau dicopot dari Kepala Kementrian Perdagangan hal ini sangat mengganggu kinerja Jokowi di sisa jabatannya sedangkan banyak sekali permasalahan yang harus di hadapi kedepan, jika kita telisik, kita akan memasuki bulan suci Rramdhan yang dimana kita ketahui banyak sekali kebutuhan pokok akan melonjak.” (Munif)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: