Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

79 SPPG Layani 182.272 Penerima MBG, Wahyu Hidayat: Bukan Sekadar Bagi Makanan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pimpin Rakor Pemutakhiran Data Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balai Kota Malang.

Share

POLITIKAMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memutakhirkan data penerima manfaat sekaligus memperketat pengawasan pelaksanaannya.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 182.272 penerima manfaat kini telah terdata dan menerima layanan MBG yang tersebar melalui 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Besarnya cakupan program tersebut membuat Pemkot Malang tak ingin sekadar mengejar jumlah penerima. Akurasi data, keamanan makanan hingga kualitas gizi menjadi perhatian serius.

Penguatan program itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG yang dilaksanakan di Balai Kota Malang, Minggu (13/9/2026).

Suasana Rakor Satgas MBG Kota Malang di Balai Kota Malang.

Rakor dipimpin langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, bersama Pj Sekda Kota Malang, Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833.

Jajaran perangkat daerah, koordinator SPPG wilayah Kota Malang serta koordinator SPPG dari seluruh kecamatan juga turut hadir.

Wahyu mengatakan, pemutakhiran data menjadi langkah penting untuk memastikan program nasional tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harus memastikan data penerima manfaat benar-benar valid dan terus diperbarui. Jangan sampai ada yang seharusnya menerima justru terlewat, sementara data penerima harus sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Wahyu.

Menurutnya, semakin luasnya cakupan MBG harus diikuti dengan pengawasan yang semakin kuat. Sebab, program tersebut menyangkut langsung kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran dan koordinator SPPG dalam kegiatan Rakor Pemutakhiran Data Satgas MBG.

“Program ini bukan hanya soal berapa banyak makanan yang dibagikan. Yang paling penting adalah makanan yang diberikan aman, bergizi, memenuhi standar dan memberikan manfaat bagi penerima,” tegasnya.

Karena itu, Pemkot Malang memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di seluruh SPPG. Pengawasan mencakup keamanan pangan, higiene dan sanitasi mulai dari pengolahan hingga makanan disajikan kepada penerima manfaat.

Pemantauan status gizi dan edukasi mengenai pentingnya asupan bergizi juga menjadi bagian dari penguatan program.

Tak hanya soal makanan, Pemkot Malang turut memberi perhatian terhadap dampak lingkungan. Pengelolaan limbah dari aktivitas operasional SPPG menjadi salah satu aspek yang perlu ditangani secara terpadu.

Dengan 182.272 penerima manfaat dan 79 SPPG aktif, Pemkot Malang memastikan pelaksanaan MBG tidak berhenti pada persoalan distribusi makanan.

Program tersebut diarahkan agar benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus berjalan tepat sasaran, aman, terukur dan berkelanjutan.

Pemutakhiran data dan penguatan pengawasan pun akan terus dilakukan untuk memastikan semakin luasnya cakupan MBG tetap sejalan dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat.