Politikamalang.com – Rencana rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang menjadi sorotan serius Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Dr. H. Indra Permana, SE., MM. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil harus melalui kajian komprehensif dengan data yang valid agar tidak menimbulkan persoalan baru, khususnya bagi pedagang dan pelanggan pasar.
“Pasar Oro-oro Dowo adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Maka rekayasa lalu lintas jangan hanya dilihat dari aspek teknis kendaraan, tapi juga harus menyentuh sisi ekonomi, sosial, dan kenyamanan warga. Evaluasi perlu melibatkan semua pihak dari Dishub, juru parkir, pedagang, hingga pelanggan agar keputusan yang diambil legitimate dan berpihak pada masyarakat,” ujar Indra.
Politisi yang juga doktor ilmu sosial ini menekankan pentingnya uji coba, evaluasi transparan, dan partisipasi publik. Baginya, pasar tradisional tidak boleh dikorbankan oleh kebijakan sesaat, melainkan harus diberdayakan agar semakin hidup dan menjadi ikon ekonomi kerakyatan Kota Malang.
Dalam forum yang sama, hadir pula anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, Arief Wahyudi, yang menyampaikan dukungan terhadap upaya penataan lalu lintas. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga aksesibilitas masyarakat dan pedagang agar aktivitas pasar tidak terganggu.
Indra berharap, penataan Oro-oro Dowo dapat menjadi model bagaimana sebuah kebijakan transportasi mampu bersinergi dengan penguatan ekonomi rakyat.
“Kalau ini berhasil, Oro-oro Dowo bisa menjadi contoh nasional: pasar tradisional yang modern, tertib, dan tetap menghidupi pedagang kecil,” pungkasnya.



