Share

Tragedi Mahasiswa di Suhat: Kaji Indra Ingatkan Pentingnya Membangun Jiwa Leadership dan Entrepreneurship untuk Menyelamatkan Generasi

Tragedi Mahasiswa di Suhat: Kaji Indra Ingatkan Pentingnya Membangun Jiwa Leadership dan Entrepreneurship untuk Menyelamatkan Generasi
Dr. H. Indra Permana, SE., MM, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang.

Share

Politikamalang – Kota Malang dikejutkan oleh peristiwa tragis di Jembatan Soekarno–Hatta (Suhat). Seorang mahasiswa dinyatakan meninggal dunia setelah melompat dari jembatan tersebut. Lebih memilukan lagi, korban sempat meninggalkan pesan pilu untuk adiknya sebelum mengakhiri hidupnya.

Tragedi ini memantik keprihatinan mendalam dari berbagai pihak termasuk Dr. H. Indra Permana, SE., MM, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS.

Kaji Indra menyebut kejadian ini sebagai tanda bahwa ada persoalan besar yang perlu segera diselesaikan, khususnya terkait kesehatan mental generasi muda.

“Kita bukan hanya kehilangan seorang mahasiswa, kita kehilangan potensi masa depan. Ini bukan tragedi biasa, tapi alarm keras bagi kita semua untuk benar-benar memperhatikan kondisi mental anak-anak muda kita,” ungkapnya.

Menurut Dr. Indra, tekanan hidup modern, tuntutan akademik, dan persaingan sosial membuat sebagian pemuda sulit menemukan ruang aman untuk bercerita dan bertahan. Karena itu, bangsa ini perlu memberikan bekal mental yang lebih kuat untuk mereka.

Salah satu solusi yang ia tekankan adalah pendidikan leadership dan entrepreneurship sejak dini. Bagi Kaji Indra, dua pendidikan ini bukan sekadar mengajarkan kepemimpinan atau bisnis, tetapi membentuk karakter: keberanian, ketangguhan, daya juang, dan kemampuan bangkit dari situasi sulit.

“Leadership mengajarkan anak muda untuk memimpin dirinya, bukan tenggelam dalam tekanan. Entrepreneurship membangun mental berani mencoba, siap gagal, dan siap bangkit lagi. Ini benteng mental yang sangat dibutuhkan generasi hari ini,” tegasnya.

Ia percaya bahwa untuk menatap Indonesia Emas 2045, bangsa ini memerlukan pemuda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kuat secara mental dan siap memimpin diri serta lingkungannya.

“Kita tidak bisa menuju Indonesia Emas jika mental pemudanya rapuh. Kita butuh generasi yang berkarakter, berjiwa pemimpin, dan bermental entrepreneur. Itulah fondasi masa depan bangsa,” sambungnya.

Di akhir pernyataannya, Kaji Indra mengajak keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemerintah untuk benar-benar bekerja sama menciptakan ekosistem penguatan mental bagi pemuda.

“Setiap tragedi adalah pengingat. Tugas kita hari ini adalah memastikan tidak ada lagi anak muda yang kehilangan harapan. Kita harus berdiri bersama, menguatkan mental generasi—karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini dititipkan,” tutupnya.

Indonesia Emas dibangun bukan hanya oleh otak yang cerdas, tetapi oleh mental yang tangguh. Generasi yang kuat jiwanya, kuat pula bangsa yang ia pimpin.