Politikamalang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan kesiapannya melakukan penyesuaian rute angkot sebagai feeder agar konektivitas antarmoda semakin mulus. Mengingat lonjakan penumpang selama masa uji coba Transjatim pada 21–26 November 2025.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa penguatan jaringan feeder menjadi kunci untuk menjaga mobilitas warga tetap lancar. Apalagi, hampir semua halte utama Transjatim dipadati penumpang sejak uji coba digelar.
“Antusias warga menggunakan Transjatim sangat tinggi. Hampir setiap halte dipenuhi peminat, sampai antre,” ungkapnya.
Menurut Jaya, sebagian besar trayek angkot saat ini sebenarnya sudah berpotensi langsung difungsikan sebagai feeder karena bersinggungan dengan halte-halte Transjatim.
Kondisi itu membuat Dishub bisa lebih cepat mematangkan pola operasional, rekayasa rute, serta kesiapan awak angkot tanpa mengganggu trayek reguler.
“Kami masih terus diskusi dengan paguyuban angkutan kota, terutama feeder terkait dengan recruiting-nya,” jelasnya.
Ia menegaskan Dishub ingin memastikan semua proses berjalan transparan dan disepakati bersama para pelaku angkot. Dishub juga telah menyiapkan skema penyesuaian rute Transjatim apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas.
“Langkah ini penting agar armada tetap bisa melayani warga meski situasi lapangan berubah. Tugas kami melakukan penyesuaian dalam rangka melayani masyarakat,” pungkasnya.



