POLITIKAMALANG.COM – Gelaran acara Malang Fashion Fest (MFF) Tahun 2026 yang bertemakan “DIMENSION”, diselenggarakan selama 2 hari (14-15 Februari 2026) di Mall City Point Kota Malang, Sabtu (14/02/2026).
Acara yang diselenggarakan oleh Hany Sahara selaku pemilik Torilla Management, diikuti oleh sejumlah ratusan peserta fashion, termasuk para desainer terkenal, desainer muda potensial baik dari Malang Raya maupun dari berbagai Kota yang ada di Indonesia.
Selain dihadiri oleh Walikota Malang, Wahyu Hidayat, acara yang diselenggarakan sore hari ini dihadiri juga oleh Kepala Diskominfo M. Nur Widianto, Kepala Diskopindag Eko Sri Yuliadi, Kepala Disporapar Baihaqi, dan Kepala BKAD Kab. Malang Yetty Nurhayati.
Founder Malang Fashion Fest, Eko Susilo dalam pemaparannya mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun keempat dalam penyelenggaraan Malang Fashion Fest 2026. Tema yang diambil dalam gelaran acara pada tahun ini yaitu “DIMENSION” yang memiliki arti keberagaman.

“Acara ini tidak hanya dihadiri desainer lokal saja, namun juga dihadiri oleh para desainer tingkat nasional”, ujar Eko.
Acara ini nanti juga dihadiri oleh Ivan Gunawan sebagai salah satu maestro desainer asal Indonesia. Ivan Gunawan sendiri yang nantinya akan hadir pada sesi kedua dalam acara ini yaitu keesokan harinya tanggal 15 Februari 2026.
Apresiasi juga diberikan kepada peserta anak-anak dan juga orangtua peserta dalam mendukung kegiatan fashion ini, para desainer dari berbagai Kota di Indonesia serta pelaku UMKM yang selalu menciptakan kreatifitas baru dalam berkarya.
“Kita sudah membuktikan bahwa karya-karya dari para desainer muda, sangat bisa diandalkan”, ucap Eko menutup sambutan.
Dalam pembukaan Malang Fashion Fest 2026, Wahyu Hidayat selaku Walikota Malang memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan dunia fashion yang ada di Kota Malang khususnya.
“Saya mengapresiasi kegiatan Malang Fashion Festival ini sebagai bagian dari ekonomi kreatif”, ujar Wahyu.

Pemberian Piala dan Piagam Penghargaan oleh Walikota Malang (Aris)
Saat ini Kota Malang telah disejajarkan dengan 58 Kota Fashion yang ada di Indonesia dan juga dunia setelah dikukuhkan sebagai Kota ekonomi kreatif tingkat dunia oleh UNESCO pada tahun 2025 dalam bidang Media Arts (Seni Media) yang meliputi seni digital, game, animasi, dan storytelling.
Dan nantinya, pada waktu Kota Malang berulang tahun, tepatnya tanggal 1 April 2026, Kota Malang akan meluncurkan logo terkait Kota Malang sebagai Kota Kreatif Tingkat Dunia dalam bidang Media Art sesuai permintaan dari UNESCO.
Wahyu mengungkapkan, “Kota Malang sudah ditetapkan sebagai kota fashion internasional oleh UNESCO pada tahun 2026”.
UNESCO sendiri telah meminta Pemkot Malang untuk membuat logo terkait Kota Malang sebagai kota kreatif tingkat dunia. Dan, logo ini nantinya akan dipasang di beberapa titik strategis yang di antaranya berada di Kawasan Wisata Kayutangan dan Alun-alun Kota Malang.
Kota Malang pada saat ini sudah menjadi kota fashion yang tidak hanya dikenal secara lokal, regional, ataupun nasional. Bahkan produk-produk fashion dari Kota Malang pun sudah dikenal hingga ke mancanegara.
Sebagai bagian dari bentuk ekonomi kreatif dan menjadi barometer fashion di Indonesia, maka tentu Kota Malang dianggap sebagai tujuan wisata khususnya dalam dunia fashion, dan menjadi bagian dari Visi Misi Pemkot Malang yaitu “Ngalam Laris”.
Wahyu Hidayat menjelaskan dibalik “Dimension” itu sendiri yang bermakna bahwa secara umum fashion ini bisa menjangkau berbagai elemen yang ada, tidak hanya kalangan atas saja namun juga kalangan menengah ke bawah.
Desainer-desainer dari Kota Malang juga mampu bersaing secara kualitas, serta produk-produknya UMKM-nya yang banyak diminati oleh masyarakat.

Salah satu Peserta event Malang Fashion Fest 2026 (Aris).
Dengan kegiatan seribu event ini, orang-orang yang datang ke Kota Malang tidak hanya turut hadir dalam penyelenggaraan event kali ini saja, namun juga bisa menikmati potensi lain yang ada di Kota Malang baik itu dalam bidang kuliner yang melegenda, pariwisata, oleh-oleh, dan berbagai bidang lainnya.
“Dan ini merupakan salah satu dari lima prioritas unggulan Walikota sebagai Kota Seribu Event”, ungkap Wahyu.
Wahyu juga mengajak semua elemen yang ada di masyarakat terutama para desainer dan pelaku UMKM untuk mewujudkan Kota Malang sebagai Kota dengan industri kreatif yang maju dan mampu berdaya saing.



