Share

Walikota Malang Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Sopir Bus di Terminal Arjosari, Pastikan Kesiapan Sambut Arus Mudik Lebaran

Walikota Malang tinjau pemeriksaan kesehatan di Terminal Arjosari. (Ist.)

Share

Dinas Kesehatan (Dinkes) lakukan kerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) serta jajaran Forkopimda dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) di Terminal Arjosari, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin dan memastikan keselamatan selama dalam perjalanan, baik penumpang maupun dari kru bus itu sendiri dalam menjalani arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, lakukan peninjauan langsung ke Terminal Arjosari dengan didampingi Dinkes maupun Dishub Kota Malang. Ia menyampaikan perlunya dilakukan pengawasan secara menyeluruh, terutama dari sisi manusianya maupun kelaikan armada dan juga akan lakukan komunikasi dengan para pemilik armada atau Perusahaan Otobus (PO).

“Dari Forkopimda Plus akan selalu mengingatkan mereka. Kami juga akan bersurat kepada pemilik angkutan agar benar-benar memberikan arahan dan sosialisasi kepada driver. Ini penting, agar saat mengemudi nanti tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ungkap Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan bahwasanya kegiatan pengecekan ini mencakup kondisi fisik pengemudi dan kondisi fisik kendaraan (ramp check).

“Kami pastikan mereka benar-benar layak, baik pengemudi maupun kendaraannya, demi keselamatan bersama,” tandas Wahyu.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menargetkan pemeriksaan kepada 130 sopir bus.

Hingga siang hari dilakukan pengecekan kesehatan, tercatat sejumlah 53 pengemudi telah menjalani rangkaian tes kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“Tesnya meliputi fisik dasar seperti tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Kemudian dilanjutkan tes laboratorium untuk gula darah, kadar alkohol, hingga tes narkoba dengan enam parameter,” terang dr. Husnul.

Penyakit yang paling sering ditemukan pada pengemudi, salah satunya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Hal ini biasanya dipicu oleh kurangnya waktu istirahat bagi sopir yang baru saja tiba dari perjalanan jauh.

dr. Husnul menegaskan bahwa pengemudi yang tidak memenuhi kriteria kesehatan harus diistirahatkan terlebih dahulu, baru kemudian lakukan tes lanjutan di faskes terdekat.

Bagi pengemudi yang dinyatakan sehat dan lolos seluruh parameter tes, selanjutnya akan diberikan surat rekomendasi laik jalan.

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap momen Nataru dan Idulfitri ini pun mendapat dukungan penuh dari Dishub dan Satpol PP Kota Malang dalam mengoordinasikan para sopir, baik yang baru tiba di terminal maupun yang akan berangkat membawa pemudik. (Aris)