Share

Jelang HUT Kota Malang ke-112, Wahyu Hidayat Resmikan Tema dan Logo Terbaru

Penyematan pin sebagai penanda peresmian peluncuran logo HUT Kota Malang ke-112. (Ist.)

Share

Politikamalang.com – Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, akhirnya Tema dan Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang resmi diluncurkan di Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Kamis (11/3/2025).

Acara seremonial peluncuran logo HUT Kota Malang ke-112 ini dilakukan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso.

Logo HUT ke-112 Kota Malang merupakan hasil sayembara lomba desain yang diselenggarakan Pemkot Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang.

Proses seleksi yang dilakukan melewati tahapan yang cukup panjang karena logo terpilih akan merepresentasikan tema besar peringatan tahun ini, yakni “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”.

Peluncuran tema dan logo HUT ke-112 Kota Malang ini turut dihadiri oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sepanjang tahun peringatan hari jadi, logo ini akan digunakan sebagai identitas resmi dalam berbagai kegiatan dan publikasi yang berkaitan dengan rangkaian perayaan HUT ke-112 Kota Malang.

Tahapan Penentuan Logo HUT Kota Malang ke-112

Proses penentuan logo diawali dengan terlebih dahulu menetapkan tema tentang peringatan hari jadi. Setelah itu dibuka pendaftaran sayembara lomba desain yang diikuti oleh 40 peserta.

Seluruh karya yang masuk dilakukan verifikasi terlebih dahulu kemudian dilakukan proses seleksi hingga mengerucut menjadi sepuluh besar, kemudian lima besar, dan akhirnya terpilih tiga finalis terbaik sebelum ditetapkan hanya diambil satu pemenang.

Penilaian karya dilakukan oleh tim dewan juri yang terdiri dari Andreas Syah Pahlevi (akademisi), Dimas Fakhrudin (Ketua ADGI Chapter Malang), dan Kukuh Anjasmara (pemenang lomba logo HUT ke-111 Kota Malang).

Selain itu, proses kurasi dan pendampingan desain juga melibatkan dewan kurator serta tenaga ahli dari kalangan akademisi dan praktisi desain, yakni Rezza Alam, Adnan MP, dan Fariz Rizky W, yang bertugas memastikan kualitas desain tetap terjaga sekaligus memilih karya terbaik.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa penentuan logo HUT ke-112 Kota Malang merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Malang dan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI).

Ia menegaskan bahwa logo yang terpilih tidak hanya sekadar simbol visual, tetapi juga sarat dengan filosofi serta menggambarkan harapan dan arah pembangunan Kota Malang ke depan.

“Ini kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Malang dengan ADGI. Prosesnya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi akhirnya kita dapat menetapkan logo Hari Jadi Kota Malang ke-112 yang sarat makna dan cerita,” ungkap Walikota Malang.

Setiap unsur dalam logo, mulai dari garis, warna, gradasi hingga bentuk huruf, disebutkan Wahyu memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Kota Malang sekaligus visi pembangunan kota.

Walikota Malang Malang bersama Sekda Kota Malang dalam sesi wawancara. (Ist)

Makna Slogan “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”

Wahyu lalu menjelaskan bahwa dalam frasa “Ngalam Melintas” ini memberikan gambaran perjalanan panjang Kota Malang yang telah melalui berbagai masa, mulai dari era kolonial hingga berkembang menjadi kota yang maju seperti saat ini.

“Perjalanan Kota Malang tidak instan. Kota ini telah melintasi berbagai zaman, termasuk masa kolonial yang juga menjadi bagian dari sejarah Malang,” kata Wahyu menyampaikan.

Sementara itu, dalam frasa “Bergerak Tuntas” memiliki arti sebagai bentuk dari komitmen Pemerintah Kota Malang untuk terus bergerak menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan secara menyeluruh.

“Kalau kita tidak bergerak, kita tidak akan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Karena itu kita harus bergerak dan menuntaskan berbagai hal yang menjadi pekerjaan rumah kota ini,” katanya.

Adapun “Mbois Berkelas” sudah menjadi simbol hasil dari representasi dari visi dan misi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang maju, berkualitas, dan membanggakan masyarakatnya.

Selain itu, unsur kearifan lokal juga sangat kuat dalam desain logo tersebut. Mulai dari pemilihan warna kebiruan yang identik dengan identitas Malangan, hingga garis dan bentuk visual yang terinspirasi dari karakter lokal Kota Malang.

Wali Kota Malang juga menegaskan bahwa penggunaan bahasa walikan dalam tema peringatan menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Malang.

Bahasa walikan sendiri memiliki nilai sejarah yang kuat, termasuk digunakan sebagai strategi komunikasi oleh para pejuang pada masa perjuangan kemerdekaan.

Dengan diluncurkannya logo dan tema HUT ke-112 Kota Malang, harapannya masyarakat dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya sekaligus turut merayakan hari jadi kota dengan penuh kebanggaan.

“Logo ini memiliki harapan besar yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat memahami perjalanan Kota Malang hingga usia ke-112 tahun ini, sekaligus memiliki harapan bersama agar Kota Malang menjadi kota yang semakin berkelas,” pungkas Wahyu. (Aris)