Share

Pengurus Komunitas Kost Jelaskan Pentingnya Peranan Kolaborasi Dalam Menciptakan Peluang Usaha Baru

Owner Griya Febri, yang menjabat sebagai Sekretaris dalam komunitas Kost Malang Raya. (Doc. Aris)

Share

Politikamalang.com – Komunitas Kost Malang Raya telah selesai dalam menggelar pertemuan sekaligus rapat tahunan dengan berbagai agenda yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh jajaran pengurus.

Pertemuan di Tahun 2026 ini merupakan pertemuan keempat yang sudah dilakukan. Dan ini berlaku sejak dari pertemuan pertama pada bulan Juli Tahun 2023 yang sekaligus menjadi awal berdirinya komunitas ini.

Pertemuan yang diselenggarakan tahun 2026, eencana awalnya hanya sekedar untuk acara Halal Bihalal Idul Fitri dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antar anggota. Berhubung pelaksanaan kegiatannya di luar bulan Syawal, maka disepakati oleh pengurus untuk tetap mengambil tema Halal Bihalal dalam kegiatan tahunan tersebut.

Kegiatan tahun ini sendiri berlangsung pada pagi hari di Hotel Swiss-Bellin Malang, hari Sabtu (02/05/2026). Jajaran pengurus komunitas yang terdiri dari Ketua Komunitas, Humas sekaligus mewakili Komunitas, Sekretaris, dan Bendahara telah melakukan rapat sekaligus Halal Bihalal.

Dalam pemaparan sebelumnya telah disampaikan oleh bagian Humas Komunitas kost yang disampaikan oleh Sam Aris menjelaskan beberapa hal penting mengenai peranan silaturahmi.

Selain itu, Aris juga memberikan usulan agar lebih sering melakukan acara pertemuan agar bisa mengenal profilnya masing-masing. Pertemuan itu sendiri tidak harus secara formal, namun bisa dikonsep lebih santai seperti acara nongkrong.

Dalam satu kesempatan, hal senada juga disampaikan oleh Febrianty Rachma selaku Sekretaris. Menururnya, komunitas yang sudah dibangun tidak cukup hanya dengan memiliki nama dan logo sebagai sebuah identitas resmi.

“Bukan hanya membuat sebuah identitas saja, nanti kita akan membuat Group Whatsapp khusus bagi anggota komunitas yang aktif”, ujar Febri.

Febri menerangkan jika pengurus juga memiliki berbagai program jangka panjang buat komunitas. Tujuannya agar komunitas maupun kost kita semakin dikenal, adanya support atau dukungan secara maksimal dari komunitas, dan dapat menciptakan peluang usaha baru sebagai bagian dari kolaborasi.

“Untuk program jangka pendek saat ini, kita akan buatkan member khusus yang aktif, lakukan kopdar, hingga penentuan iuran kas bulanan”, kata Febri.

Febri menceritakan awal mula bagaimana komunitas ini terbentuk dan berjalan hingga sekarang. Dari perkenalan di Group Whatsapp pada aplikasi pencari kost bernama Mamikost, kami mulai mencari beberapa teman pengusaha asal Malang.

Kemudian kami bertiga (Febri, Aris, Mudha) mulai melakukan komunikasi, yang kemudian saling berkoordinasi dan berinisiatif untuk mengajak rekan-rekan pengusaha kost agar tergabung dalam satu wadah perkumpulan.

“Kami mengawali perkumpulan ini dari yang tadinya hanya sekedar nongkrong dan berkumpul, akhirnya bisa menjadi komunitas yang berpengaruh”, ungkap Febri, wanita yang juga aktif dalam dunia Konten Kreator.

Semakin hari, pertumbuhan komunitas yang dulunya hanya sebuah perkumpulan tanpa pengurus, akhirnya semakin bertambah anggotanya. Sehingga, di tahun 2024 dibentuklah jajaran pengurus agar visi misi dan arah tujuan komunitas ini lebih terarah.

“Dukungan komunitas ini sangat penting dalam meningkatkan okupansi bisnis, sharing market, membuat strategi pemasaran hingga membuka peluang bisnis baru”, tutur Febri.

Di akhir penyampaiannya, Febri menjelaskan bahwa dengan adanya komunitas yang sudah terbentuk ini hendaknya kita tidak berjalan sendirian dalam menjalankan usaha. Apalagi anggota yang aktif juga semakin solid, sehingga memudahkan dalam membangun kolaborasi. Tinggal meningkatkan komunikasi saja yang lebih baik.

Secara sederhananya, antar sesama pengusaha kost ini harus berkolaborasi agar bisa saling membantu dan saling mendukung usahanya masing-masing. Karena tidak semua pengusaha kost hanya menjalankan satu usaha saja, namun masih punya usaha lain yang dimilikinya.

“Kita harus bisa tumbuh bersama dan saling belajar. Kita bisa berbagi pengalaman agar terhindar dari kesalahan yang sama dan dapat meningkatkan kualitas kost masing-masing”, pungkas Febri.

Harapan ke depannya, komunitas kost ini bukan hanya sebagai tempat berkumpul saja, namun dapat dikelola bersama-sama sebagai tempat untuk menampung aspirasi dan juga inspirasi bagi sesama anggota.