Politikamalang.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membuka layanan untuk melakukan ziarah atau kunjungan ke Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam.
Kebijakan ini memberikan kesempatan bagi wisatawan dan peziarah untuk berkunjung dan berziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia pada malam hari.
Layanan tersebut mulai dibuka bersamaan dengan tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Blitar.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dalam rilisnya, Selasa (18/8/2026) mengatakan, pembukaan layanan MBK 24 jam dilakukan bertepatan dengan momentum wafatnya Sang Proklamator RI, Bung Karno, yang dalam penanggalan Jawa diperingati pada Minggu Kliwon.
Menurutnya, layanan tersebut dapat menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang memiliki waktu terbatas untuk melakukan ziarah.
Muhibbin menambahkan, pembukaan layanan di MBK selama 24 jam telah mendapatkan persetujuan dari keluarga Bung Karno.
Ia lalu menambahkan, layanan MBK 24 jam juga dapat membuka pola kunjungan wisata di Blitar Raya.
Wisatawan dapat menikmati wisata alam di Kabupaten Blitar pada pagi hingga siang hari, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Blitar untuk mengunjungi destinasi wisata sejarah dan religi pada malam hari.
“Bertepatan wafat beliau, maka Pemerintah Kota Blitar membuka MBK 24 jam, sehingga memfasilitasi seluruh masyarakat dan para peziarah untuk bisa datang ke Kota Blitar melakukan ziarah Bung Karno kapanpun juga,” ujarnya.
Selain itu, setiap Minggu Kliwon akan dilaksanakan doa rutin yang ditujukan kepada arwah Bung Karno sehingga suasana ziarah di MBK diharapkan semakin khidmat, termasuk bagi masyarakat yang datang pada malam hari.
Pembukaan layanan 24 jam ini juga menjadi alternatif bagi peziarah yang baru tiba di Kota Blitar pada malam hari setelah melakukan perjalanan dari luar daerah. Mereka tetap dapat mengunjungi Makam Bung Karno tanpa harus menunggu hingga pagi hari.
Pemkot Blitar berharap layanan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berziarah sekaligus menambah pilihan aktivitas wisata pada malam hari.
Keberadaan MBK sebagai destinasi wisata sejarah dan religi juga diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai daerah yang berkunjung ke Blitar.



