Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Gebyar Merdeka 2026, Wujud Identitas Malang Sebagai Kota Toleransi Sekaligus Pengenalan Ragam Budaya Indonesia

Wali Kota Malamg, Wahyu Hidayat menyampaikan pidato sambutan dalam acara Gebyar Merdeka 2026 di Matos.

Share

Politikamalang.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri Gebyar Merdeka 2026 dengan tema ‘Mencapai Harmoni Dalam Keberagaman’ di Malang Town Square (Matos) Kota Malang, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus wadah untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Mengawali sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dari lintas suku, ras, dan agama ini.

Menurutnya, kebersamaan yang terlihat saat ini menjadi representasi kemajemukan yang harus terus dirawat melalui semangat toleransi.

Wali Kota Malang foto bersama tokoh adat dan peserta Gebyar Merdeka 2026 di Matos.

“Kota Malang adalah Kota Pendidikan yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah dengan latar belakang suku, agama, dan keberagaman lainnya. Karena itu, keberagaman tersebut harus kita satukan dalam bentuk toleransi,” ujar Wahyu.

Tema harmoni dalam keberagaman memiliki makna sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga Kota Malang sebagai kota yang menjunjung tinggi terhadap toleransi.

Menurutnya, adanya berbagai perbedaan di masyarakat baik itu secara karakteristik, adat istiadat, agama, dan kepercayaan, tidak boleh menjadi penghalang untuk memperkuat persatuan.

Dikatakannya, Gebyar Merdeka tidak hanya menjadi ajang merayakan kemerdekaan, tetapi juga kesempatan untuk saling mengenal dan memahami keberagaman budaya Indonesia.

Dengan semakin mengenal keberagaman, masyarakat diharapkan dapat semakin menghargai satu sama lain dan hidup berdampingan dalam kebersamaan.

Wahyu juga mengajak masyarakat meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman.

Jika para pejuang terdahulu mempertaruhkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab menjaga persatuan serta mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Semangat perjuangan itu harus terus kita jaga agar negara kita tetap bersatu, sejahtera, dan sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan bersama,” ungkap Wahyu.

Wali Kota Malang pun berharap kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dalam merawat harmoni dan keberagaman, sekaligus memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota toleransi.