Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Upaya Mengenalkan Jejak Majapahit Menuju Kancah Global

Kegiatan sosialisasi Diskominfo Jatim dengan tajuk “Sinergitas Media Digital untuk Jejak Majapahit Mendunia” bertempat di Hotel Alana Malang, Senin, 24 Agustus 2026. (Ist.)

Share

Politikamalang.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus berupaya melakukan peningkatan Indeks Masyarakat Digital melalui penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sinergitas Media Digital untuk Jejak Majapahit Mendunia dengan tema “Transformasi di Era Digital 5.0: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Secara Kritis, Etis, dan Kreatif” yang berlangsung di Kota Malang, Senin (24/8/2026).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penyelenggaraan Statistik, Satriyo Wahyudi, selaku perwakilan Kepala Dinas Kominfo Jatim.

Dalam sambutannya, Satriyo menjelaskan pentingnya masyarakat memiliki kemampuan literasi digital di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat.

Perkembangan digital pada era sekarang dinilai memberikan banyak manfaat, terutama dalam mempercepat akses informasi, memperluas partisipasi masyarakat, serta mendukung berbagai aktivitas privat maupun korporasi.

Namun, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, termasuk dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin luas digunakan untuk mencari informasi, mengolah data, membuat tulisan dan gambar, hingga membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih cepat dan efisien.

“Teknologi AI perlu digunakan secara bijak. Informasi yang dihasilkan terkadang tidak selalu benar dan dapat mengandung kesalahan maupun bias. Karena itu, masyarakat perlu memiliki literasi digital untuk memeriksa, memahami, dan mempertimbangkan setiap informasi yang didapat dari AI,” ujar Satriyo.

Menurutnya, kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya dengan memahami cara mengoperasikan teknologi.

Masyarakat juga perlu memiliki sikap kritis agar mampu menilai kebenaran informasi, memahami risiko, serta menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM dari Universitas Brawijaya dengan materi “Menavigasi Arus Digital: Literasi, Etika, dan Peluang Komunikasi di Era Kecerdasan Buatan”. (Ist.)

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan berbagai bidang latar belakang yang berbeda.

Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM dari Universitas Brawijaya dengan membawa materi “Menavigasi Arus Digital: Literasi, Etika, dan Peluang Komunikasi di Era Kecerdasan Buatan”.

Selanjutnya, Iqrok Wahyu Perdana, S.Kom dari Akademi Cendekiawan Muda Indonesia (ACMI) menyampaikan materi “Komunikasi Visual di Era Society 5.0: Branding, Teknologi, dan Kecerdasan Buatan”.

Sementara Muhammad Sahli, S.HI., C.DM dari BIENAR Learning Center membawakan materi “Prompt to Publish: Memaksimalkan AI untuk Konten dan Komunikasi Publik”.

Pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat memperkuat kualitas komunikasi publik dan produksi konten digital, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jejak sejarah, budaya, dan potensi Jawa Timur, termasuk warisan Majapahit, agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun dunia.

Melalui kegiatan ini, Kominfo Jatim mendorong media dan masyarakat bukan hanya sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara kreatif, mempunyai sikap kritis dan etis.