Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Banjir Informasi di Era Digital, Pemprov Jatim: Etika Jurnalistik Jangan Sampai Terkikis

Momen kebersamaan insan pers dan pemerintah daerah dalam perayaan HUT ke-28 IJTI Pantura Raya. (Ist.)

Share

LAMONGAN, POLITIKAMALANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengingatkan insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme dan kualitas informasi di tengah derasnya perkembangan media sosial dan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, R. Heru Wahono Santoso, saat menghadiri puncak HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Senin (7/9/2026).

Heru hadir dalam acara tersebut untuk mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Heru, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi. Namun, kondisi tersebut juga menjadi tantangan karena tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Karena itu, jurnalis profesional dinilai memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar, berimbang, terverifikasi, dan memiliki konteks yang jelas.

“Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, peran pers justru semakin penting. Masyarakat membutuhkan informasi yang benar, berimbang, dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Heru.

Penyerahan penghargaan dalam rangka Puncak HUT ke-28 IJTI Korda Pantura Raya di Pendopo Lokatantra, Lamongan.

Ia juga mengapresiasi kiprah IJTI Pantura Raya yang selama ini tidak hanya berkontribusi dalam dunia jurnalistik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

Pemprov Jatim, lanjut Heru, terbuka untuk membangun kolaborasi dengan media dalam mengawal pembangunan.

Meski demikian, kerja sama tersebut tetap harus menghormati independensi pers.

Dalam kegiatan tersebut, IJTI juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai Penggerak Transformasi Pantura Jawa Timur.

Penghargaan itu diberikan atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam mendorong perlindungan pesisir, penguatan ekonomi, konektivitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Heru yang mewakili Gubernur Jatim.

Sementara itu, Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan mengatakan tantangan dunia jurnalistik semakin besar seiring pesatnya perkembangan media sosial.

Jurnalis saat ini tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga harus mampu menghadirkan informasi yang berkualitas dan memiliki konteks.

“Jurnalisme itu harus beretika. Teknologi boleh berkembang, tapi etika jurnalistik tidak boleh terkikis,” tegas Herik.

Ia mengingatkan setiap informasi yang dipublikasikan media dapat memberikan dampak kepada masyarakat.

Karena itu, jurnalis harus mempertimbangkan akurasi dan etika sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga menerima penghargaan dari IJTI Korda Pantura Raya atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lamongan menjalankan Program JAMULA atau Jalan Mantap dan Alus Lamongan.

Pada 2026, Pemkab Lamongan mengalokasikan rekonstruksi 57 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 41.206 meter.

Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan, pelebaran, betonisasi hingga pengaspalan.

Hingga awal September 2026, progres pengerjaan jalan tersebut telah mencapai 75,79 persen.

Yuhronur mengapresiasi peran insan pers yang turut menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Puncak HUT ke-28 IJTI Korda Pantura Raya juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari penyerahan hadiah lomba presenter, apresiasi tokoh publik, hingga penghargaan kepada sejumlah tokoh dan kepala daerah.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan HUT IJTI juga diisi talkshow, lomba presenter, serta penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau di Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.