Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Ada Apa dengan Kali Surabaya? Busa Putih Muncul Bikin PJT I Gelontorkan Air Skala Besar

Petugas Perum Jasa Tirta (PJT) I mengambil sampel air di Kali Surabaya yang mendadak dipenuhi gumpalan busa putih. (Ist.)

Share

SURABAYA, POLITIKAMALANG.COM – Munculnya busa putih di permukaan Kali Surabaya membuat Perum Jasa Tirta I (PJT I) bergerak cepat.

Debit air dari Bendung Mlirip ditambah untuk membantu mempercepat pemulihan kualitas air sungai.

PJT I menaikkan debit air dari sebelumnya sekitar 20 meter kubik per detik (m³/detik) menjadi 25 m³/detik. Penambahan debit ini dilakukan sejak Sabtu (5/9/2026) pukul 21.00 WIB.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu proses penggelontoran sehingga air yang mengalami penurunan kualitas dapat segera terdorong dan kondisi sungai berangsur pulih.

Selain menaikkan debit dari Bendung Mlirip, PJT I juga mengatur tambahan pasokan air dari hulu Wilayah Sungai Brantas melalui sistem Waduk Sutami.

Tak hanya mengatur aliran air, petugas juga mengambil sampel kualitas air di lima lokasi. Titik pemantauan tersebut meliputi Hulu Kali Tengah, Muara Kali Tengah, intake Karangpilang, Gunungsari, dan intake Ngagel.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 PJT I, Agung Wicaksono, mengatakan pemantauan dan pengaturan tata air dilakukan secara intensif.

“Sejak menerima informasi adanya penurunan kualitas air di Kali Surabaya, kami langsung sigap melakukan sejumlah langkah operasional,” kata Agung dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, peningkatan debit dari 20 m³/detik menjadi 25 m³/detik dilakukan untuk membantu proses penggelontoran.

Tim PJT I juga terus memantau kualitas air melalui pengambilan sampel di lima titik.

Sementara itu, Pintu Air Wonokromo ditutup sementara. Pengaturan ini dilakukan agar aliran yang terdampak tidak masuk ke Kali Mas dan selanjutnya diarahkan melalui Kali Wonokromo.

Penurunan kualitas air Kali Surabaya tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pemadaman kebakaran di sebuah gudang penyimpanan bahan baku di kawasan industri Driyorejo pada Jumat (4/9/2026).

Saat memadamkan kebakaran, petugas diketahui menggunakan foam atau bahan pemadam berbusa. Lokasi kebakaran berada di dekat aliran Kali Tengah yang mengarah ke Kali Surabaya

PJT I masih melakukan pemantauan untuk memastikan keterkaitan kejadian tersebut dengan penurunan kualitas air Kali Surabaya.

Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan. Pengaturan tata air dioptimalkan untuk mempercepat pemulihan kualitas sungai sekaligus menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat.