Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Sekolah Rakyat Beri Pendidikan Gratis 44 Ribu Anak Miskin, Bidik 150 Ribu Siswa di 2027

Share

JAKARTA, Politikamalang.com – Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kini mendapatkan akses pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Kepala Biro Humas Kementerian Sosial (Kemensos) Devi Deliani mengatakan, peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.

“Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” kata Devi di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Program Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan pendidikan dan pemberdayaan sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah menjangkau 182 wilayah, meningkat dibandingkan tahun pertama yang berada di 166 titik dengan lebih dari 14.700 peserta didik.

Pemerintah juga memastikan peserta didik yang masuk dalam program tersebut berdasarkan data nama dan alamat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Kemensos, mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan pendidikan dapat diberikan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Selain memperluas jumlah peserta didik, pemerintah juga mempercepat pembangunan sarana pendidikan. Hingga tahun ini, sebanyak 93 gedung permanen Sekolah Rakyat telah rampung dibangun.

Gedung-gedung tersebut mulai beroperasi secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026.

Dengan fasilitas tersebut, pemerintah ingin memberikan lingkungan belajar yang memadai bagi peserta didik dari keluarga miskin tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan.

Ke depan, pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat terus meningkat. Pada 2027, lebih dari 150 ribu siswa ditargetkan dapat mengikuti program Sekolah Rakyat.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.