Politikamalang, Kota Malang — Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Asmualik, mengecam sekaligus menyayangkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan Kepala SMPN 18 Malang terhadap siswanya. Ia menilai, lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang.
“Saya ikut prihatin atas apa yang terjadi di SMPN 18. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di Kota Malang. Ini sangat memalukan,” kata Asmualik.
Menurutnya, seorang pendidik semestinya mampu memberikan teladan yang baik kepada siswa, termasuk dalam menghadapi persoalan di lingkungan sekolah.
“Sebagai pendidik harusnya memberikan teladan yang baik, bukan pelampiasan emosi. Sehingga anak-anak memiliki contoh kehidupan di dunia pendidikan dengan contoh yang terbaik,” ujarnya.
Asmualik juga menilai langkah Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang mencopot Kepala SMPN 18 Malang dari jabatannya merupakan tindakan yang tepat untuk merespons persoalan tersebut.
“Langkah yang diambil Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mencopot langsung kepala sekolah SMPN 18 Malang dari jabatannya saya kira sudah bagus,” katanya.
Ia berharap, penanganan selanjutnya dilakukan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku sehingga dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Malang.
“Sehingga untuk selanjutnya bisa dilakukan sesuai dengan standar untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Malang,” tutur Asmualik.
Lebih lanjut, Asmualik mengingatkan agar tenaga pendidik tidak menggunakan kekerasan fisik sebagai cara untuk mendisiplinkan atau membentuk perilaku siswa.
“Sekali lagi, para pendidik seharusnya menjadi teladan yang terbaik dan tidak menggunakan kekerasan secara fisik untuk bisa membuat anak-anak menjadi lebih baik di dunia pendidikan,” tegasnya.
Selain persoalan dugaan kekerasan, Asmualik juga menyoroti aturan terkait seragam sekolah. Menurutnya, ketentuan mengenai seragam perlu dievaluasi agar proses pendidikan di Kota Malang dapat berlangsung nyaman dan tidak menjadi beban bagi siswa maupun orang tua.
“Persoalan seragam ini juga perlu kiranya dievaluasi bagaimana proses pendidikan di Kota Malang ini nyaman dan juga tidak jadi beban sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.



