MANGGARAI, NTT – Politikamalang.com – Jarak ribuan kilometer tak menghalangi kepedulian masyarakat Kabupaten Malang terhadap warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan kemanusiaan dari Kabupaten Malang disalurkan langsung ke sejumlah wilayah terdampak pada Sabtu (26/9/2026).
Bupati Malang M. Sanusi bersama jajaran pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, dan Ketua BAZNAS Kabupaten Malang turun langsung untuk menyerahkan bantuan sekaligus melihat kondisi masyarakat di lokasi bencana.
Rombongan Pemkab Malang diterima Wakil Bupati Manggarai Timur dan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur.
Penyaluran bantuan kemudian dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ronting, Reo, dan Dampek.
Bukan hanya sekadar menyerahkan bantuan, rombongan juga meninjau kondisi masyarakat terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kerusakan dan kebutuhan warga sehingga bantuan dapat diarahkan sesuai kondisi di lapangan.
Bantuan Terkumpul Lebih dari Rp1,5 Miliar
Salah satu sumber bantuan berasal dari BAZNAS Kabupaten Malang yang berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp1.071.404.503.
Selain dana tersebut, turut disalurkan 20 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
DPRD Kabupaten Malang juga memberikan bantuan senilai Rp330 juta, ditambah 30 unit tenda keluarga dan 250 lembar atap.
Sementara itu, Bupati Malang memberikan bantuan senilai Rp100 juta yang diwujudkan dalam bentuk tenda untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Jika dihitung berdasarkan nilai bantuan yang disebutkan Pemkab Malang, total bantuan dana yang dihimpun dari BAZNAS, DPRD, dan Bupati mencapai sekitar Rp1,501 miliar, belum termasuk nilai tenda, atap, dan paket sembako.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan dana kemanusiaan yang dihimpun melalui BAZNAS disalurkan dengan mempertimbangkan hasil asesmen dan kebutuhan riil masyarakat di lokasi bencana.
“Total dana kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan oleh BAZNAS Kabupaten Malang mencapai Rp1.071.404.503,” terang Budiar.
Menurutnya, penyaluran tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah Kabupaten Malang terlebih dahulu melihat kondisi lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan memetakan kebutuhan masyarakat.
“Penyalurannya disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan di lokasi bencana,” jelasnya.
Sasar Sekolah, Tempat Ibadah hingga Kebutuhan Dasar
Bantuan diarahkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan masyarakat terdampak. Di antaranya pemulihan sarana pendidikan seperti sekolah, tempat ibadah seperti masjid, penyediaan tenda darurat, hingga kebutuhan dasar warga.
Pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat ikut mendukung proses pemulihan masyarakat setelah bencana.
Bupati Malang M. Sanusi mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD, BAZNAS, dan masyarakat Kabupaten Malang terhadap warga yang terdampak gempa.
“Kami hadir untuk menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Kabupaten Malang kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Sanusi.
Kehadiran langsung jajaran Pemkab Malang di lokasi bencana sekaligus menjadi bentuk solidaritas antardaerah.
Selain memastikan bantuan tersalurkan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat kebutuhan masyarakat secara langsung setelah bencana.
Dari Kabupaten Malang, bantuan dan kepedulian bergerak menuju NTT.
Nilai bantuan yang mencapai lebih dari Rp1,5 miliar (ditambah tenda, atap, dan sembako) menjadi bagian dari upaya gotong royong untuk membantu masyarakat melewati masa sulit pascagempa.



