Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Festival Batik Kota Malang 2026 Luncurkan Motif “Sekar Jagad Panca Warna”, Angkat Keberagaman Lima Kecamatan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerahkan dokumen Naskah Akademik motif batik khas terbaru "Sekar Jagad Panca Warna" dalam Festival Batik Kota Malang 2026.

Share

Politikamalang.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mendorong batik lokal agar tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi kreatif daerah..

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Batik Kota Malang 2026 yang digelar di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.

Festival ini menjadi ruang kreativitas yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pengrajin, desainer, pelaku UMKM hingga generasi muda.

Kehadiran lintas generasi tersebut diharapkan mampu membawa batik semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru.

Salah satu agenda utama Festival Batik Kota Malang 2026 adalah peluncuran motif batik khas Kota Malang terbaru, “Sekar Jagad Panca Warna”.

Motif tersebut dirancang untuk merepresentasikan keunikan dan keberagaman budaya yang dimiliki lima kecamatan di Kota Malang.

Filosofi keberagaman itu dituangkan dalam sebuah karya batik yang diharapkan dapat menjadi identitas sekaligus kebanggaan daerah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, Festival Batik Kota Malang menjadi momentum untuk memperkenalkan motif baru sekaligus memperkuat ekosistem batik dan ekonomi kreatif di Kota Malang.

“Melalui Festival Batik Kota Malang 2026 ini menjadi ruang untuk memperkenalkan Sekar Jagad Panca Warna, motif baru yang merepresentasikan keberagaman 5 kecamatan di Kota Malang. Batik Kota Malang harus terus berkembang melalui kreativitas dan inovasi, sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif Kota Malang,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurutnya, pengembangan batik membutuhkan kreativitas dan inovasi agar produk lokal mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya.

Festival tersebut sekaligus menjadi wadah bagi para pengrajin dan pelaku usaha kreatif untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Dengan semakin luasnya ruang promosi dan kreasi, batik lokal diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pemkot Malang juga mendorong agar kegiatan pembinaan dan ajang kreasi batik dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, batik tidak berhenti sebagai simbol pelestarian budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Peluncuran Sekar Jagad Panca Warna menjadi penanda baru bagi batik Kota Malang yaitu merawat warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi melalui kreativitas dan inovasi.