Politikamalang.com – Bupati Malang, M. Sanusi, mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya (HIPMI PT UB) menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal, memperluas pasar UMKM, hingga membuka lapangan kerja baru.
Dorongan itu disampaikan Sanusi saat menghadiri pelantikan pengurus dan anggota HIPMI PT Universitas Brawijaya periode 2026–2027 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2026) petang. Dalam kesempatan tersebut, Achmed Fathan Syauqi dipercaya memimpin organisasi pengusaha muda tersebut.
Sanusi menilai, generasi pengusaha muda memiliki peran penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global, percepatan digitalisasi, serta persaingan pasar yang semakin ketat. Karena itu, pengusaha muda dituntut tidak sekadar berani memulai bisnis, tetapi juga mampu membangun usaha yang profesional, inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih luas, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri pengolahan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,92 persen. Capaian ini menjadi modal yang baik untuk menjaga momentum pertumbuhan pada tahun 2026. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin berkualitas, inklusif, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sanusi.
HIPMI PT UB Diajak Kembangkan Potensi Daerah
Sanusi mengajak HIPMI PT Universitas Brawijaya menjadikan Kabupaten Malang sebagai ruang kolaborasi sekaligus laboratorium kewirausahaan. Beragam potensi daerah, menurutnya, dapat menjadi peluang usaha nyata bagi para pengusaha muda.
Sejumlah peluang yang dapat digarap antara lain mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran UMKM, serta menghadirkan inovasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal agar menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Di sisi lain, pengembangan usaha juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, membuka ruang kolaborasi dengan HIPMI melalui pengembangan kewirausahaan, pendampingan UMKM, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem investasi dan ekonomi digital.
Kemitraan Tak Cukup Berhenti pada Seremoni
Sanusi menegaskan, penguatan ekonomi daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kemitraan pemerintah daerah dengan HIPMI diwujudkan melalui program kerja konkret yang memiliki target, indikator keberhasilan, serta dampak terukur.
Ia juga berpesan agar HIPMI memperkuat keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal dengan melibatkan UMKM Kabupaten Malang sebagai mitra bisnis, memperluas pemasaran produk daerah, serta membangun rantai pasok yang memberi kesempatan kepada usaha kecil untuk tumbuh bersama.
Pelantikan pengurus dan anggota HIPMI PT Universitas Brawijaya periode 2026–2027 tersebut turut dihadiri perwakilan HIPMI Kota Malang, perwakilan Pemerintah Kota Malang, Presiden BEM Universitas Brawijaya, sejumlah kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir pengusaha muda yang mampu memanfaatkan potensi daerah sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang inklusif dan berkelanjutan.



