Politikamalang – Tren positif dalam penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Malang menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi daerah mulai menunjukkan hasil yang nyata. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang turun dari 6,80 persen pada 2023 menjadi 6,10 persen pada 2024. Sementara angka kemiskinan juga berkurang dari 4,26 persen menjadi 3,91 persen dalam periode yang sama.
Menanggapi pencapaian ini, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, H. Indra Permana, SE, MM, menyatakan, meskipun tren ini menggembirakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan lebih jauh lagi.
Menurut Indra, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan menunjukkan bahwa berbagai program Pemkot Malang, seperti pelatihan kerja dan pengembangan UMKM, mulai memberikan dampak positif. Namun, ia mengingatkan bahwa angka pengangguran 6,10 persen masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
“Kita patut bersyukur karena ada perbaikan, tetapi tidak boleh berpuas diri. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi ini benar-benar merata dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Terutama mereka yang masih berjuang di sektor informal dan UMKM”, ujarnya.
Ia menekankan bahwa Kota Malang, sebagai kota pendidikan dan pariwisata, memiliki potensi besar untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Namun, tanpa strategi yang lebih agresif dan inovatif, percepatan pengurangan pengangguran dan kemiskinan bisa melambat.
Karena itu, Indra mengusulkan beberapa langkah konkret yang bisa diadopsi oleh Pemkot Malang:
Penguatan Ekonomi Kreatif dan Digitalisasi UMKM
- Kota Malang memiliki banyak anak muda kreatif yang bisa didorong ke industri digital, desain, dan konten kreator.
- Solusi: Pemkot harus menggandeng platform e-commerce dan media sosial untuk memberikan pelatihan bagi UMKM agar bisa lebih kompetitif di pasar digital.
- Contoh: Jika seorang pengusaha bakso di Malang bisa memasarkan produknya ke luar daerah melalui marketplace, maka akan terbuka peluang ekspansi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Meningkatkan Investasi dan Kemudahan Berusaha
- Solusi: Pemkot perlu menyederhanakan regulasi perizinan usaha agar investor lokal maupun nasional tertarik berinvestasi di Kota Malang.
- Contoh: Jika aturan perizinan restoran dan kafe bisa dipersingkat, maka industri kuliner, yang merupakan salah satu sektor unggulan Kota Malang, akan berkembang pesat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Revitalisasi Program Padat Karya
- Program padat karya harus diperluas ke sektor infrastruktur, pertanian perkotaan, dan kebersihan lingkungan.
- Solusi: Pemkot bisa mengalokasikan anggaran untuk proyek-proyek yang bisa langsung menyerap tenaga kerja lokal, seperti perbaikan jalan, revitalisasi pasar, dan urban farming.
- Contoh: Proyek “Malang Bersih dan Hijau” bisa melibatkan warga yang belum memiliki pekerjaan tetap dalam program urban farming berbasis komunitas.
Membuka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
- Sebagai kota pendidikan, Malang memiliki banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur.
- Solusi: Pemkot harus memperkuat kerja sama dengan universitas untuk program inkubasi bisnis dan startup.
- Contoh: Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang bisa menyediakan ruang coworking bagi mahasiswa dan alumni yang ingin merintis usaha, didukung dengan insentif modal dari Pemkot.
Strategi Menekan Kemiskinan Secara Berkelanjutan
Sementara itu, dalam upaya menekan angka kemiskinan, Indra menekankan bahwa bantuan sosial harus diimbangi dengan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Bantuan Modal Bergulir untuk Masyarakat Kecil
- Solusi: Pemkot perlu menyediakan program kredit tanpa agunan bagi keluarga miskin yang ingin memulai usaha kecil.
- Contoh: Seorang ibu rumah tangga di Kedungkandang yang ingin membuka usaha katering bisa mendapatkan modal awal Rp 5 juta tanpa bunga melalui program ini.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat Miskin
- Solusi: Program pelatihan kerja harus lebih fokus pada keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, seperti barista, montir kendaraan listrik, atau teknisi komputer.
- Contoh: Jika seorang pemuda lulusan SMA di Malang dilatih menjadi teknisi AC atau CCTV, ia bisa langsung mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak.
Perluasan Jaminan Sosial untuk Warga Rentan
- Solusi: Program jaminan kesehatan dan pendidikan harus diperluas agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mengakses pendidikan berkualitas tanpa hambatan ekonomi.
- Contoh: Jika ada beasiswa penuh untuk siswa dari keluarga miskin di Malang, mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Indra memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan yang bisa menurunkan pengangguran dan kemiskinan dengan lebih cepat.
“Saya bersama rekan-rekan di DPRD Kota Malang berkomitmen untuk terus memperjuangkan regulasi dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Kota Malang memiliki potensi besar, dan jika dikelola dengan baik, kita bisa mencapai tingkat pengangguran di bawah 5 persen dalam beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.
Indra juga menegaskan bahwa DPRD siap berdiskusi dengan Pemkot, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mencari solusi terbaik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ke depan, saya ingin melihat Kota Malang sebagai kota yang bukan hanya indah dan nyaman, tetapi juga menjadi tempat di mana setiap warganya memiliki peluang untuk hidup sejahtera. Dan saya siap bekerja keras untuk mewujudkan hal itu,” tutupnya.



