Share

Asmualik Dorong Pemkot Malang Gandeng PTS Lakukan Riset untuk Selesaikan Persoalan Kota

Soroti Keterlambatan Obat, DPRD Kota Malang Dorong Pemkot Buka Kanal Aduan
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Asmualik

Share

Politikamalang – Rencana kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan perguruan tinggi swasta (PTS) mendapat dukungan dari DPRD Kota Malang. Fraksi PKS menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi strategi untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan melalui riset berbasis data dan keahlian akademisi.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, H. Asmualik, mengatakan sinergi Pemkot Malang dengan PTS perlu diarahkan pada program yang konkret dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan sejumlah kampus swasta di Kota Malang memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Namun, aktivitas perguruan tinggi juga memiliki dampak terhadap sejumlah persoalan perkotaan, seperti peningkatan volume kendaraan dan munculnya berbagai persoalan sosial.

Karena itu, Asmualik mendorong agar kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Setiap kerja sama harus memiliki target, indikator keberhasilan, serta tolok ukur yang dapat dievaluasi secara berkala.

“Kerja sama ini harus berbasis riset yang solutif dan terukur. Jangan sampai hanya seremonial. Harus ada indikator keberhasilan dan tolok ukur yang jelas,” kata Asmualik.

Ia menyebut kemacetan lalu lintas dan pengelolaan sampah sebagai dua persoalan yang dapat menjadi prioritas kajian bersama antara Pemkot Malang dan perguruan tinggi.

Asmualik mengusulkan agar Pemkot Malang memetakan sedikitnya lima hingga 10 persoalan utama yang membutuhkan intervensi berbasis riset. Dari pemetaan tersebut, pemerintah dapat menyusun target penyelesaian dan mengukur dampaknya dalam jangka menengah hingga panjang.

“Misalnya, kita bisa menghitung berapa persen kemacetan yang dapat dikurangi atau seberapa besar volume sampah yang bisa ditekan. Targetnya bisa diproyeksikan untuk lima, 10, bahkan 20 tahun ke depan,” ujarnya.

Dorong Beasiswa bagi Warga Kota Malang

Selain riset untuk menyelesaikan persoalan perkotaan, Asmualik juga mendorong agar kerja sama dengan PTS diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga Kota Malang.

Menurutnya, sebagai kota yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, Pemerintah Kota Malang perlu memastikan masyarakat lokal memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana (S1).

Program beasiswa pendidikan tinggi dinilai dapat menjadi salah satu bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kalau Kota Malang menyandang predikat sebagai Kota Pendidikan, akses masyarakat Kota Malang untuk kuliah hingga S1 semestinya juga semakin mudah,” tuturnya.

Asmualik optimistis optimalisasi potensi perguruan tinggi melalui riset, inovasi, dan program beasiswa yang terarah dapat memperkuat pembangunan Kota Malang.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademis, tetapi juga melahirkan kebijakan dan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Dengan sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Kota Malang diharapkan mampu berkembang menjadi kota yang semakin maju, berkelas, serta memiliki daya saing tinggi.