Share

Bakesbangpol Kota Malang Bekali Siswa SMKN 4 Wasbang, Tekankan Nasionalisme dan Antiperundungan

Bakesbangpol Kota Malang Bekali Siswa SMKN 4 Wasbang, Tekankan Nasionalisme dan Antiperundungan
Bakesbangpol Kota Malang bekali Siswa SMKN 4 Malang dengan Wasbang

Share

Politikamalang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang berkolaborasi dengan Polresta Malang Kota menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di SMKN 4 Malang, yang digelar selama dua hari (19-20 Oktober 2026). Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 1.700 siswa kelas X dan XI untuk memperkuat nasionalisme, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kekerasan dan perundungan.

Kabid Iwasbang Bakesbangpol Kota Malang, Sukristyono Apriyodarmo, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa sosialisasi wawasan kebangsaan merupakan salah satu program utama untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kesadaran bela negara kepada masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga orang dewasa.

Menurutnya, pelajar SMK merupakan generasi penerus bangsa yang akan memasuki usia produktif pada 2045. Karena itu, penguatan karakter dan nasionalisme perlu dilakukan sejak dini agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan.

“Hari ini kami berkunjung ke sekolah karena para siswa SMK merupakan generasi penerus bangsa. Pada tahun 2045 nanti, mereka akan berada di usia yang paling produktif,” ujar Sukris, Selasa (20/10/2026).

Ia menambahkan, keberagaman Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya membekali generasi muda dengan rasa cinta tanah air, semangat bela negara, dan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, para siswa perlu memiliki sikap toleransi, saling menghargai, serta memahami berbagai perilaku negatif yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sukris menegaskan, kegiatan sosialisasi tersebut bukan agenda insidental, melainkan program rutin Bakesbangpol Kota Malang yang menjangkau berbagai jenjang pendidikan.

Sosialisasi serupa direncanakan berlanjut ke sekolah-sekolah lain pada awal November mendatang.

Kabid Iwasbang Bakesbangpol Kota Malang, Sukristyono Apriyodarmo, S.Sos., M.AP.

Polresta Malang Kota Berikan Edukasi Antiperundungan

Dalam kegiatan tersebut, Kaurbinopsnal Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Putra Wicaksono, menyampaikan materi mengenai kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan atau bullying.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Bakesbangpol dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan mereka.

“Jadi kita memberikan materi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, kekerasan fisik, kekerasan verbal yang disebut bullying, kekerasan sosial, maupun kekerasan siber atau kekerasan di media sosial,” jelas Putra.

Menurutnya, siswa tingkat menengah atas masih banyak yang berusia di bawah 18 tahun sehingga perlu mendapatkan edukasi mengenai perlindungan anak dan pencegahan kekerasan.

Putra juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya, tren perundungan di Kota Malang pada tahun ini tidak menunjukkan peningkatan. Kasus kekerasan terhadap anak juga disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia berpesan agar para siswa tetap fokus mengejar cita-cita dengan diiringi usaha dan doa.

“Terus fokuslah dalam menggapai cita-cita. Pasti adik-adik semua mempunyai cita-cita. Berusaha dan berdoa tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Kabid Iwasbang Bakesbangpol Kota Malang, Kepala SMKN 4 Malang, Kaurbinopsnal Satreskrim Polresta Malang Kota

Kepala SMKN 4 Malang Dukung Sosialisasi Rutin

Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. H. Gunawan Dwiyono, S.ST., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan yang melibatkan Bakesbangpol dan kepolisian.

Menurut Gunawan, kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara berulang, setidaknya sekali dalam setahun. Hal ini penting karena setiap tahun sekolah menerima generasi siswa baru yang membutuhkan penguatan karakter dan pemahaman kebangsaan.

Ia menilai, keterlibatan pihak eksternal, terutama kepolisian dan Bakesbangpol, dapat memperkuat pesan yang selama ini disampaikan oleh guru di sekolah.

“Ini kegiatan yang harusnya memang berulang. Berulang itu minimal setahun sekali, karena kami punya generasi yang selalu berganti tiap tahun,” ungkap Gunawan.

Ia menambahkan, kehadiran narasumber dari instansi terkait membuat siswa memperoleh perspektif yang lebih luas, terutama karena mereka memiliki pengalaman langsung dalam menjaga ketertiban dan mencegah berbagai persoalan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Kota Malang berharap para pelajar tidak hanya memahami wawasan kebangsaan secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleran, saling menghormati, menjauhi kekerasan, dan menjaga persatuan.