Politikamalang.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Propinsi Jawa Timur telah mengeluarkan pernyataan secara resmi mengenai Prakiraan Musim Kemarau Tahun 2026.
Secara umum, wilayah Jawa Timur termasuk Kabupaten Malang tetap dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena adanya potensi penguatan fenomena El Nino yang dapat menyebabkan kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menekankan bahwa informasi ini merupakan peringatan dini (early warning) agar para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat melakukan aksi dini guna meminimalkan risiko bencana kekeringan.
Menurutnya, sebagian besar wilayah di Jawa Timur, termasuk juga Kabupaten Malang, diprediksi akan mulai memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei 2026. Data yang ada menunjukkan bahwa 56,9% luas wilayah akan masuk kemarau di bulan tersebut, sementara sebagian kecil wilayah lainnya mungkin sudah memulai kemarau lebih awal pada bulan April atau menyusul pada Juni.
Wilayah Malang termasuk dalam 53 ZOM di Jawa Timur yang mengalami puncak kekeringan paling intens di bulan tersebut. Karakteristik Kemarau Tahun 2026 yakni Lebih Kering, sifat hujan selama musim kemarau diprediksi masuk kategori Bawah Normal.
Hal ini dipicu oleh peluang penguatan El Nino sebesar 50-60% pada pertengahan hingga akhir tahun. Durasi Panjang, durasi kemarau diperkirakan cukup lama, dengan rentang waktu berkisar antara 16 hingga 24 dasarian (sekitar 5 hingga 8 bulan) di berbagai zona.
Awal Musim Kemarau 2026 di Kabupaten Malang akan terjadi pada April Minggu III, Mei dan Juni. Sedangkan puncak Musim Kemarau 2026 di Kabupaten Malang akan terjadi pada Bulan Agustus dan September 2026.
“Puncak musim kemarau di Kabupaten Malang diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus 2026”, ungkapnya.
Di wilayah Kabupaten Malang sendiri terdapat 22 Kecamatan yang masuk dalam kategori daerah dengan risiko kekeringan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kajian risiko bencana mengenai beberapa potensi kejadian bencana ketika musim kemarau seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan BPBD Kabupaten Malang.
BMKG lalu merekomendasikan beberapa langkah strategis dalam menanggulangi adanya potensi kemarau kering yang terjadi di Kabupaten Malang.
Langkah ini dapat diterapkan pada sektor pertanian dan pangan agar segera menyesuaikan kalender tanam dan beralihlah ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau berumur pendek (seperti palawija) guna menghindari risiko gagal panen.
BMKG juga menyarankan agar bisa mengoptimalkan dalam pemanfaatan lahan dengan diversifikasi tanaman hortikultura. Dan juga mengajak masyarakat agar dapat menggunakan air secara bijak dan efisien untuk keperluan sehari-hari.
Pada sektor kebencanaan dan Kesehatan agar mewaspadai potensi kesulitan air bersih dan lakukan perencanaan penanggulangan distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Masyarakat diharapkan juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama bagi warga yang menempati area di sekitar pegunungan dan kawasan yang memiliki lahan kering.
Terkait perubahan musim yang kemungkinan akan berpengaruh pada kondisi kesehatan, maka sangat penting bagi masyarakat dalam menjaga kondisi kesehatan tubuh menghadapi perubahan cuaca ekstrem selama masa peralihan dan suhu udara yang lebih panas saat puncak kemarau. (Aris)



